Presiden Venezuela Izinkan FBI Bantu Penyelidikan tapi dengan Syarat - Kompas.com

Presiden Venezuela Izinkan FBI Bantu Penyelidikan tapi dengan Syarat

Kompas.com - 12/08/2018, 14:40 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom. AFP / JUAN BARRETO Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom.

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengisyaratkan bakal menerima bantuan dari biro penyelidik federal AS, FBI dalam mengungkap kasus percobaan pembunuhan terhadap dirinya yang terjadi beberapa waktu lalu.

Meski demikian Maduro memberikan persyaratan yang terlebih dahulu harus dipenuhi oleh FBI.

"Jika pejabat AS mengkonfirmasi tawaran untuk FBI menyelidiki jaringan di Florida dengan rencana pembunuhan, maka saya akan mengizinkan FBI untuk datang kemari," kata Maduro di hadapan petinggi militer, Sabtu (11/8/2018) malam.

Diberitakan AFP, Presiden Maduro melihat ada kaitan antara sel-sel teroris dari komunitas imigran Venezuela di AS dengan kasus percobaan pembunuhan terhadap dirinya.

Baca juga: Lolos dari Serangan Drone, Presiden Venezuela Dapat Dukungan Erdogan

Di negara bagian Florida, AS, terdapat kelompok besar komunitas imigran asal Venezuela, yang dipimpin oleh seorang pria bernama Osman Delgado Tabosky.

Maduro meyakini, Tabosky merupakan dalang dari serangan drone peledak yang ditujukan untuk menghabisi nyawanya beberapa waktu lalu.

Komentar Maduro tersebut menyusul pernyataan Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza yang mengatakan pejabat AS di Caracas turut prihatin dengan insiden percobaan pembunuhan terhadap presiden.

Pejabat AS James Story juga menyampaikan kesediaan pemerintahnya untuk bekerja sama dengan Venezuela dalam mengungkap pelaku di balik serangan itu.

Sebelumnya pada 4 Agustus lalu, di tengah acara parade militer yang digelar di Caracas, dua drone mendadak terbang mendekat ke posisi Presiden Maduro dan meledak.

Beruntung dalam serangan tersebut, Presiden Maduro dapat selamat.

Pemimpin Venezuela itu berulang kali menuduh Washington telah bersekongkol untuk menyingkirkannya. Caracas dan Washington juga sudah tidak saling bertukar duta besar sejak 2010.

Baca juga: Pasca-bom Drone, Rakyat Venezuela Diminta Turun ke Jalan Dukung Maduro

Maduro juga menyalahkan mantan presiden Kolombia Juan Manuel Santos sebagai pihak yang terlibat dalam rencana pembunuhan dirinya.

Satu tersangka yang ditahan oleh agen Venezuela adalah anggota parlemen oposisi Juan Requesens.

Requesens disebut pemerintah Venezuela telah mengaku berkomunikasi dengan tersangka kedua yang ditangkap dan diduga mengaku berpartisipasi dalam serangan itu.


Close Ads X