Kompas.com - 12/08/2018, 11:11 WIB
Peserta aksi melakukan protes demi menghentikan tindakan pemisahan anak-anak migran dari orangtua mereka di Tornillo, Texas, Sabtu (23/6/2018). Peserta aksi melakukan protes demi menghentikan tindakan pemisahan anak-anak migran dari orangtua mereka di Tornillo, Texas, Sabtu (23/6/2018).

TEXAS, KOMPAS.com - Otoritas Texas tengah menyelidiki laporan kasus kematian seorang anak migran yang telah ditahan di sebuah pusat penampungan AS. Diduga anak tersebut meninggal lantaran kondisi penampungan yang tidak sehat.

Pejabat dari Dinas Kesehatan dan Kemanusiaan Negara Bagian Texas mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah membuka penyelidikan terkait tuduhan itu, yang muncul pertama kali awal Agustus lalu.

Proses menyelidikan telah dimulai pada Kamis (9/8/2018), menyusul pihak keluarga anak migran yang meninggal memberikan identitas anak tersebut kepada pihak berwenang.

Pengacara dari ibu korban mengatakan, mereka mengungkap informasi tentang seorang anak kecil yang secara tragis meninggal setelah ditahan oleh Penegakan Bea Cukai dan Imigrasi AS (ICE) dalam kondisi yang tidak sehat.

Baca juga: 27 Migran Anak di AS Belum Bisa Bersatu dengan Orangtua

"Kami sedang menafsirkan kasus ini dan tidak memiliki komentar lebih lanjut," kata firma hukum Arnold and Porter dalam pernyataannya.

Sementara pihak ICE mengatakan siap bekerja sama dalam proses penyelidikan.

Baik pihak pengacara, keluarga korban, maupun dari pejabat yang mengungkap rincian mengenai identitas anak migran yang meninggal.

Dari kantor pengacara hanya menunjukkan bahwa anak migran yang meninggal sempat ditahan di sebuah fasilitas penampungan migran di Dilley, Texas selatan.

Kontroversi terkait kasus kematian seorang anak migran di tempat penampungan di Texas itu muncul pertama kali dalam laporan The Dallas Morning News pada 1 Agustus lalu.

Sebelumnya pada Juli lalu, tiga pusat penampungan di AS telah dipergunakan untuk menampung hingga total 1.437 migran. Total migran yang ditampung di seluruh fasilitas ICE di AS mencapai 44.210, berdasarkan data pada 16 Juli.

Kebijakan "Nol Toleransi" yang diterapkan pemerintahan Donald Trump pada awal tahun ini telah meningkatkan jumlah migran yang ditangkap di perbatasan AS-Meksiko.

Namun penerapan kebijakan tersebut turut berdampak pada terpisahnya 2.300 anak-anak dari orangtua migran mereka, memicu kecaman dari banyak pihak untuk pembatalan penahanan para migran.

Baca juga: 3.000 Migran Anak di AS Bakal Jalani Tes DNA



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X