Peluru Nyasar Lukai Seorang Pasien Wanita di Rumah Sakit di Brasil - Kompas.com

Peluru Nyasar Lukai Seorang Pasien Wanita di Rumah Sakit di Brasil

Kompas.com - 12/08/2018, 10:10 WIB
Ilustrasi penembakanShutterstock Ilustrasi penembakan

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Seorang perempuan yang sedang dirawat di rumah sakit di Brasil, secara tiba-tiba terkena sebuah peluru nyasar pada bagian wajah.

Insiden tersebut terjadi di Rio de Janeiro pada Sabtu (11/8/2018) pagi.

Menurut keterangan polisi yang dilansir AFP, korban peluru nyasar adalah wanita berusia 61 tahun yang tengah menjalani pemeriksaan.

"Korban terkena peluru pada Sabtu pagi di sebuah rumah sakit di Niteroi," tulis penyataan kepolisian negara bagian Rio.

Baca juga: Cerita Peluru Nyasar Polisi, Lukai Pemandu Karaoke hingga Balita yang Lagi Tidur

Disampaikan anak laki-laki korban, sang ibu telah menjadi pasien rumah sakit Santa Martha di Niteroi selama 18 hari dan sedang menjalani sejumlah tes pemeriksaan menjelang operasi.

Ditambahkannya, korban terkena peluru tepat di bagian wajahnya. Meski saat ini kondisinya telah stabil, namun dokter mengatakan korban berisiko kehilangan sebagian atau bahkan seluruh indera penglihatannya.

Situs berita lokal, G1, memuat foto yang menunjukkan sebuah lubang akibat peluru nyasar pada bingkai jendela kamar rumah sakit.

Belum ada keterangan dari pihak kepolisian mengenai asal peluru yang melesat hingga ke rumah sakit tersebut.

Namun di negara bagian Rio de Janeiro, kekerasan bersenjata terjadi hampir setiap hari dengan kepolisian bersenjata berat berhadapan dengan geng-geng narkoba yang kejam.

Warga dan pengguna jalan yang kebetulan lewat, bahkan saat berada di lokasi yang jauh dari lokasi penembakan, dapat menjadi korban peluru nyasar.

Pekan ini, sebuah laporan yang dirilis Forum Keamanan Publik Brasil (BFPS) menyebutkan bahwa sepanjang 2017 lalu, tercatat telah ada 63.380 orang yang menjadi korban pembunuhan maupun kekerasan.

Baca juga: Sepanjang Tahun Lalu 63.380 Orang Dibunuh di Brasil

Angka tersebut meningkat hingga 3,9 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Wilayah di bagian utara Brasil disebut sebagai daerah yang paling mematikan.

Secara keseluruhan, lebih dari tujuh pembunuhan terjadi setiap jam di seluruh negara terbesar di Amerika Latin. Meningkatnya angka pembunuhan sebagian besar disebabkan kekerasan antargeng yang kian parah seiring dengan pengurangan anggaran bagi penegak hukum.

Hal tersebut turut diperparah situasi politik Brasil yang diwarnai kasus skandal korupsi.


Close Ads X