Koalisi Saudi akan Selidiki Serangan yang Tewaskan 29 Anak di Yaman - Kompas.com

Koalisi Saudi akan Selidiki Serangan yang Tewaskan 29 Anak di Yaman

Kompas.com - 10/08/2018, 23:26 WIB
Warga melihat kondisi bus yang hancur akibat serangan yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.AFP / STRINGER Warga melihat kondisi bus yang hancur akibat serangan yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.

RIYADH, KOMPAS.com - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi akan menggelar penyelidikan atas serangan udara di Yaman udara pada Kamis (9/8/2018), yang mengenai sebuah bus sarat penumpang, termasuk anak-anak.

Akibat serangan tersebut menyebabkan sekitar 50 penumpang bus tewas, 29 di antaranya anak-anak. Selain itu 48 orang lainnya luka-luka, sebagian besar juga merupakan anak-anak.

"Pemimpin koalisi telah memerintahkan untuk dimulainya penyelidikan untuk menilai peristiwa itu, memperjelas perkara dan mengumumkan hasilnya sesegera mungkin," kata pejabat senior koalisi, dikutip kantor berita negara, Saudi Press Agency.

Baca juga: Serangan Koalisi Saudi Tewaskan 29 Anak yang Baru Pulang Piknik

Pengumuman yang dilakukan sehari setelah serangan tersebut, dikatakan pejabat itu setelah mendapat informasi dari media dan organisasi internasional yang bertugas di Yaman.

"Kami menerima informasi yang dilaporkan media dan organisasi internasional di Yaman, terkait operasi oleh pasukan koalisi di Saada dan sebuah bus penumpang yang terkena serangan," lanjut pernyataan pejabat koalisi.

Sebelumnya dilaporkan, puluhan orang tewas akibat serangan koalisi pimpinan Arab Saudi yang terjadi di Pasar Dahyan, utara Saada pada Kamis pagi.

Koalisi melalui juru bicaranya Turki al-Maliki membenarkan telah melakukan serangan namun membantah jika mereka salah sasaran.

Maliki menjelaskan, klaim yang dilakukan berbagai organisasi kemanusiaan sangat menyesatkan dan menyebut target merupakan kombatan kelompok pemberontak Houthi.

Dia berkata serangan udara dilakukan karena di dalam bus itu, anggota Houthi menyimpan rudal balistik yang dipakai mengancam Saudi.

Maliki menuduh Houthi sengaja merekrut anak-anak untuk dijadikan milisi, menerjunkan mereka dalam pertempuran, dan diumpankan sebagai perisai manusia. Demikian dilaporkan AFP.

Baca juga: Buntut Krisis Diplomatik, Pasien Saudi di Kanada Dipindahkan ke AS


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X