Kompas.com - 10/08/2018, 22:15 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Seorang politisi Jepang yang dituduh mendukung dan mendorong kemerdekaan Taiwan dilarang masuk ke Hong Kong, Jumat (10/8/2018).

Larangan tersebut dikenakan pada Kenichiro Wada, anggota dewan kota dari kota Shiroi, prefektur Chiba, Jepang. Wada dituduh oleh media pro-Beijing telah mengadvokasi kemerdekaan Taiwan.

Wada mengatakan, sekitar 10 staf imigrasi membawanya segera setelah dia tiba di Bandara Internasional Hong Kong, pada Kamis (9/8/2018) dan memberitahukannya tentang pelarangan tersebut, namun tanpa memberikan alasan.

Baca juga: Pria Hong Kong Menyerahkan Diri atas Kejahatan yang Dilakukannya 24 Tahun Lalu

"Saya turut menyesalkan pemerintah Hong Kong yang salah menganggap saya sebagai musuhnya, karena pemberitaan media yang tak akurat, seperti yang dilakukan surat kabar Wen Wei Po," tulis Wada pada laman akun media sosialnya.

"Tapi saya percaya kesalahpahaman ini akan terselesaikan suatu hari nanti," lanjutnya.

Melansir dari SCMP, seorang juru bicara Departemen Keimigrasian Hong Kong mengatakan, pihaknya tidak akan memberi komentar terhadap kasus-kasus individual.

Dia juga tidak mengatakan apakah larangan tersebut sebagai permintaan Beijing atau Hong Kong, maupun mengenai kemungkinan adanya daftar orang-orang yang ditolak masuk.

Namun dia mengatakan bahwa mereka hanya menjalankan keputusan sesuai dengan undang-undang kota dan kebijakan imigrasi yang berlaku.

Sebelumnya, Wada telah mengunjungi Hong Kong pada Maret lalu untuk memberikan dukungan kepada pengkritik demokrat, Au Nok-hin dalam pemilihan dewan legislatif, yang kemudian terpilih.

Kedatangan Wada tersebut telah memicu kritik dari surat kabar pro-pemerintah Beijing dan juga Kementerian Luar Negeri.

Baca juga: Sembunyikan 44 Emas Batangan di Dalam Mobil, Pria Hong Kong Ditahan

Kementerian tersebut mengecam tindakan Wada yang datang dan mengintervensi pemilihan di Hong Kong.

Mereka menyebut Wada telah bertindak sembrono melanggar hukum internasional. Kementerian tersebut juga mengaku telah melayangkan nota keberatan kepada konsulat jenderal Jepang di Hong Kong.

Selain Wada, sejumlah politisi dan aktivis luar negeri pernah ditolak masuk ke Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir diyakini karena alasan politik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.