Pakistan Bakal Kirim Tentaranya untuk Berlatih di Rusia

Kompas.com - 10/08/2018, 17:02 WIB
Tentara Pakistan menjaga kantor stasiun televisi pemerintah PTV setelah diserang pengunjuk rasa anti-pemerintah, Senin (1/9/2014)/AAMIR QURESHI / AFP Tentara Pakistan menjaga kantor stasiun televisi pemerintah PTV setelah diserang pengunjuk rasa anti-pemerintah, Senin (1/9/2014)/

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Pakistan mengumumkan menghelat kerja sama militer dengan Rusia.

Dilansir Radio Free Europe Jumat (10/8/2018), kerja sama dilakukan setelah Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Aleksandr Fomin, berkunjung.

Kunjungan itu berlanjut dengan pertemuan dua pejabat militer, Jenderal Valery Gerasimov dan Jenderal Zubair Hayat, di Moskwa Kamis (9/8/2018).

Baca juga: AS Umumkan Menghentikan Bantuan Militer kepada Pakistan

"Para pemimpin militer sepakat berusaha membina hubungan yang membangun dan mendalam di bidang pertahanan," demikian pernyataan Kemenhan Rusia.

Salah satu bentuk kerja sama itu adalah personel militer Pakistan bakal mendapatkan pelatihan dan pendidikan di Rusia.

Keputusan itu mendapat perhatian dari peneliti lembaga think-tank Chatham House yang berbasis di Inggris, Amil Khan.

Dia menyebut kerja sama itu terjadi sejak hubungan Pakistan dengan Amerika Serikat ( AS) mulai merenggang.

Pada Januri lalu, Washington melalui Kementerian Luar Negeri mengumumkan bakal menghentikan bantuan militernya ke Pakistan.

Juru bicara Kemenlu AS Heather Nauert menjelaskan, AS menghentikan bantuannya setelah mereka menemukan Taliban maupun Jaringan Haqqani masih ada di sana.

"Kami bakal kembali bekerja sama jika Pakistan menunjukkan niat untuk memarangi terorisme di negeri mereka," paparnya saat itu.

Jumlah bantuan militer, termasuk pembelian peralatan tempur dari AS, mencapai 255 juta dolar atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Khan menyebut Pakistan bakal mengalami kesulitan melakukan transisi dikarenakan militer mereka masih membawa warisan Barat.

"Peralatan, doktrin, maupun pasokan militer Pakistan semuanya adalah produk Barat. Dalam hal ini AS dan Inggris," kata Khan.

Meski begitu, masih ada sisi positif dari kerja sama pertahanan kedua negara. Yakni Pakistan berkesempatan belajar taktik propaganda Rusia.

Khan membeberkan, taktik tersebut ditakuti dan mendapat pengakuan di kawasan Timur Tengah maupun Asia Selatan.

"Banyak negara di sana sangat kagum dengan kemampuan Rusia tetap kompetitif dalam persaingan global dengan teknik propaganda tersebut," ujarnya.

Adapun bagi Moskwa, kerja sama itu memberikan keuntungan bahwa mereka masih bisa memberikan pengaruh meski tengah disanksi AS.

Baca juga: AS Putus Bantuan Militer, Pakistan Lirik Kerja Sama dengan China


Terkini Lainnya

Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Nasional
Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Internasional
KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

Nasional
Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Megapolitan
Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Regional
7 Fakta Hasil Survei Litbang 'Kompas', Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

7 Fakta Hasil Survei Litbang "Kompas", Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

Regional
Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Megapolitan
Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Regional
Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Regional
MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional

Close Ads X