Rusia Tempatkan Jet Tempur Sukhoi di Wilayah Sengketa, Jepang Protes

Kompas.com - 10/08/2018, 14:07 WIB
Sukhoi Su-35Wikipedia.org Sukhoi Su-35

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang dilaporkan mengajukan nota protes setelah Rusia menempatkan jet tempurnya di wilayah sengketa.

Empat pulau yang terletak di antara Sakhalin Rusia dan Hokkaido Jepang, dikenal dengan Kepulauan Kuril Selatan, menjadi wilayah yang terus jadi sengketa.

Diwartakan Newsweek Kamis (9/8/2018), Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengirim nota setelah Rusia menempatkan Sukhoi Su-35 di Pulau Iturup yang masuk kawasan sengketa.

Baca juga: Pengadaan Pesawat Tempur Sukhoi Su-35 Telah Selesai, tetapi...

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan Moskwa tidak akan menanggapi nota tersebut.

Zakharova menjelaskan, tindakan Rusia tidak dilakukan secara agresif, atau bertujuan mengganggu hubungan bilateral dengan Jepang.

"Tindakan Rusia sudah sesuai dengan kebijakan pertahanan maupun kebijakan luar negerinya," tutur Zakharova dikutip Interfax.

Dia melanjutkan, segala kegiatan di wilayah Federasi Rusia dilakukan secara terbuka dengan sebelumnya memberitahukan kepada negara sekutu.

Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, bahwa tindakan Rusia menempatkan militer maupun fasilitas pembangunan tidak dibenarkan dari perspektif mereka.

"Untuk solusi masalah itu, kedua negara sebelumnya harus meneken deklarasi akhir perang dengan memastikan kedaulatan masing-masing negara," tuturnya.

Akar permasalahan terjadi ketika Rusia yang masih bernama Uni Soviet melancarkan serangan pada 8 Agustus 1945, di momen akhir Perang Dunia Ii.

700.000 pasukan Jepang yang disiagakan di sana tak mampu membendung jutaan serdadu yang dikerahkan Soviet.

Setelah Jepang menyerah kalah, Pemimpin Soviet Joseph Stalin memerintahkan penempatan pasukan, dan mengusir warga Jepang yang tinggal di sana.

Sengketa wilayah yang dikenal di Jepang dengan nama Teritori Utara tersebut membuat dua negara tak menandatangani deklarasi selesainya Perang Dunia II.

Jepang bersikukuh bahwa mereka berhak atas wilayah tersebut dengan berpatokan pada Perjanjian Shimoda yang disepakati 1855 silam.

Baca juga: Sengketa Arab Saudi dan Kanada Memanas, Siapa Bakal Didukung Trump?


Terkini Lainnya

Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional
Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Nasional

Close Ads X