Persiapan Pertemuan Kim-Moon Jilid 3 Sedang Dilangsungkan - Kompas.com

Persiapan Pertemuan Kim-Moon Jilid 3 Sedang Dilangsungkan

Kompas.com - 09/08/2018, 21:12 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat bertemu di Garis Demarkasi Militer, di desa perbatasan Panmunjom, Jumat (27/4/2018).AFP Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat bertemu di Garis Demarkasi Militer, di desa perbatasan Panmunjom, Jumat (27/4/2018).

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan ( Korsel) dan Korea Utara (Korut) dilaporkan bakal melangsungkan perundingan tingkat tinggi pekan depan.

Dilaporkan AFP Kamis (9/8/2018), perundingan itu sebagai persiapan pertemuan ketiga Presiden Korsel Moon Jae In dan Pemimpin Korut Kim Jong Un.

Kedua pemimpin itu sebelumnya bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea di Panmunjom, Korsel, pada 27 April.

Baca juga: Kim Jong Un Kembali Bertemu Presiden Korsel di Panmunjom

Kim dan Moon kembali bertemu di tempat yang sama 26 Mei ketika Kim bersiap bertemu Presiden Amerika Serikat ( AS), Donald Trump.

Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan, perundingan itu bakal dilaksanakan di sisi utara Panmunjom Senin (13/8/2018).

Tawaran untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi datang dari Korut, di mana mereka bermaksud mendiskusikan perkembangan sejak KTT April.

Delegasi Korsel bakal dipimpin Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon yang datang ke Pyongyang Juli lalu untuk menghadiri laga ekshibisi basket.

"Kami bakal melaksanakan diskusi mendalam dengan pihak Utara untuk menyukseskan pertemuan Selatan-Utara," terang Kementerian Unifikasi.

Kementerian tidak memberikan rincian kapan dan di mana pertemuan Moon dan Kim jilid ketiga bakal dilaksanakan.

Namun, santer beredar bahwa Moon menyanggupi ajakan Kim untuk mengunjungi Pyongyang pada musim gugur mendatang.

Progres pasca-pertemuan April mulai terlihat ketika dua negara bermaksud untuk melakukan reuni keluarga yang terpisah akibat Perang Korea 1950-1953.

Namun, AFP mewartakan perkembangan itu masih belum menyentuh isu esensial; denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Meski Trump menyebut pertemuannya dengan Kim sangat bersejarah, baik AS dan Korut masih beradu argumen soal apa itu denuklirisasi.

AS masih mendesak seluruh komunitas internasional untuk mempertahankan sanksi terhadap Pyongyang hingga denuklirisasi tercapai.

Sementara Korut membalas dengan mengeluhkan sikap AS yang terlalu "memaksa dengan menggunakan gaya mafia" kepada mereka.

Baca juga: Ini Pesan Kim Jong Un di Buku Tamu KTT Antar-Korea di Panmunjom


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X