Pertempuran Amiens, Awal dari Akhir Perang Dunia I

Kompas.com - 09/08/2018, 14:28 WIB
Pasukan infanteri Australia sesaat sebelum pertempuran Amiens yang amat menentukan di Perang Dunia I. WikipediaPasukan infanteri Australia sesaat sebelum pertempuran Amiens yang amat menentukan di Perang Dunia I.
|

KOMPAS.com - Nama-nama seperti Verdun, Somme, Paschendaele, Ypres, Belleau Wood dan sederet lokasi lain di wilayah utara Perancis dan Belgia selalu mengingatkan akan keganasan Perang Dunia I.

Di tempat-tempat itulah jutaan pria bertempur dan tewas hanya untuk memperebutkan beberapa meter tanah demi kesetiaan kepada negara masing-masing.

Namun, Battle of Amiens atau kemudian disebut sebagai "Serangan 100 Hari" dan tepat terjadi 100 tahun yang lalu merupakan pertempuran terpenting karena menjadi awal dari akhir konflik berdarah ini.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: AS Resmi Terlibat dalam Perang Dunia I

Satu abad yang lalu, pertempuran di kota yang seharusnya tenang ini menjadi awal berakhirnya perang parit yang sudah berlangsung empat tahun sekaligus menjadi awal kekalahan Jerman.

Bagi pasukan sekutu yang terdiri dari Inggris, Australia, Perancis, Kanada, dan Amerika Serikat, pertempuran Amiens menjadi kulminasi dari inovasi teknologi dan taktik perang modern.

Sekutu mengerahkan 500 tank, 2.000 pesawat terbang, dan 2.000 persenjataan artileri dalam pertempuran itu.

Dan hanya dalam waktu tiga hari sekutu bisa mendesak hingga 12 mil atau sekitar 12 kilometer ke wilayah Jerman.

Kemajuan hingga 19 kilometer ini nyaris tak pernah terbayangkan selama empat tahun perang parit yang amat brutal itu.

Pertempuran Amiens bukan sekadar awal dari akhir Perang Dunia I. Sejumlah sejarawan menilah "orkestra" tank, artileri, pesawat terbang, dan infantri ini menjadi awal kelahiran taktik perang gabungan modern.

Sebab, sebagian besar bayangan Perang Dunia I adalah perang parit di mana para prajurit berkubang dengan lumpur, dihujani bom, lalu dibantai senapan mesin saat maju ke garis pertahanan musuh.

Namun, di Amiens yang terjadi adalah pergerakan dinamis dan cepat pasukan dan peralatan perang. Demikian penjelasan Catherine Long, dari Imperial War Museum di London, Inggris.

Baca juga: 5 Teknologi Militer yang Diciptakan di Masa Perang Dunia I

Di sisi lain, taktik baru ini juga mengagetkan para prajurit yang sebagian besar tidak mengenal pergerakan militer semacam itu.

Saat pertempuran berakhir, sebanyak 46.000 prajurit sekutu tewas atau terluka sementara korban di pihak Jerman mencapai 75.000 personel.

Halaman:
Baca tentang


Sumber Newsweek
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X