Kompas.com - 09/08/2018, 13:39 WIB

Proyek Manhattan yang direncanakan Sekutu telah mencapai tahap akhir. Dua bom atom dengan spesifikasi berbeda disiapkan untuk melancarkan terhadap Jepang.

Kedua bom itu dinamakan Little Boy dan Fat Man.

Little Boy merupakan jenis bom atom yang fisinya berjenis bedil mengandung uranium-235, dan isotop uranium langka yang dibuat di Clinton Engineer Works, Oak Ridge, Tennesse.

Sementara, Fat Man memiliki rangkaian ledakan tipe implosi, mengandung plutonium, dan unsur sintetis yang dibuat di sejumlah reaktor nuklir di Hanford, Washington.

Tiga hari setelah bom Hiroshima

Setelah "Little Boy" dijatuhkan di Kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Amerika Serikat melanjutkan serangannya dengan berencana menjatuhkan "Fat Man" di Kota Kokura.

Harian Kompas, 9 Agustus 1991 menyebutkan, hari itu, Kamis, 9 Agustus 1945, pukul 08.09, Kota Kokura yang terletak di Pulau Kyushu, Jepang menjadi sasaran dari bom ini.

Bagi para penduduk kota penghasil senjata itu, udara pagi itu cukup sejuk, tidak selembab dan sepanas cuaca tradisional bulan Agustus di Jepang.

Pada ketinggian 31.000 kaki, pesawat pengebom B-29 "Bock's Car" membawa bom atom tersebut,

Mayor Kermit Beahan, seorang Ahli teknik pengebom asal Texas, yang juga dijuluki The Great Artiste ini, bertugas menjatuhkan "Fat Man".

Fat Man digambarkan sebagai bom atom (fission) berukuran panjang 10 kaki 8 inci serta berdiameter 5 kaki, di atas sasaran sebuah pabrik senjata di Kokura.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.