Hari Ini dalam Sejarah: "Fat Man" Dijatuhkan di Nagasaki - Kompas.com

Hari Ini dalam Sejarah: "Fat Man" Dijatuhkan di Nagasaki

Kompas.com - 09/08/2018, 13:39 WIB
Inilah replika Fat Man, bom atom generasi pertama yang meluluh-lantakkan kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Replika ini dipamerkan di stasion kereta api Trinity hari Selasa. Seorang bocah kelihatan sedang memuaskan keingintahuannya tentang benda pameran itu.Dok. KOMPAS Inilah replika Fat Man, bom atom generasi pertama yang meluluh-lantakkan kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Replika ini dipamerkan di stasion kereta api Trinity hari Selasa. Seorang bocah kelihatan sedang memuaskan keingintahuannya tentang benda pameran itu.

KOMPAS.com - Hari ini 73 tahun lalu, tepatnya 9 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan di Kota Nagasaki, Jepang.

Serangan ini merupakan lanjutan dari bom yang dijatuhkan di Kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945.

Bom berjuluk " Fat Man" ini menewaskan 73.884 orang, lebih dari 74 ribu orang luka- luka, 120.820 orang kehilangan tempat tinggal, dan sepertiga Kota Nagasaki hancur.

Jatuhnya bom di Nagasaki menjadi serangan terakhir yang dilancarkan Sekutu dan menyebabkan Jepang menyerah.

Pada 2 September 1945, Jepang menandatangani pernyataan penyerahan diri kepada Sekutu sebagai tanda berakhirnya Perang Dunia II.

Awal mula

Menyerahnya Jerman kepada Sekutu menjadi momentum selesainya perang yang terjadi di Eropa. Namun, semua itu tidak menyurutkan langkah Jepang untuk ikut menyerah.

Jepang tetap bersikukuh dan tidak mau menyerah tanpa syarat kepada pihak Sekutu. Sikap itu ditunjukkan dengan mengabaikan ultimatum Sekutu terkait Deklarasi Potsdam.

Perang Pasifik yang berlangsung pada 1937 menjadi memanas sejak Jepang dan Amerika saling berbalas serangan.

Pengembangan bom atom

Proyek Manhattan yang direncanakan Sekutu telah mencapai tahap akhir. Dua bom atom dengan spesifikasi berbeda disiapkan untuk melancarkan terhadap Jepang.

Kedua bom itu dinamakan Little Boy dan Fat Man.

Little Boy merupakan jenis bom atom yang fisinya berjenis bedil mengandung uranium-235, dan isotop uranium langka yang dibuat di Clinton Engineer Works, Oak Ridge, Tennesse.

Sementara, Fat Man memiliki rangkaian ledakan tipe implosi, mengandung plutonium, dan unsur sintetis yang dibuat di sejumlah reaktor nuklir di Hanford, Washington.

Tiga hari setelah bom Hiroshima

Setelah "Little Boy" dijatuhkan di Kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Amerika Serikat melanjutkan serangannya dengan berencana menjatuhkan "Fat Man" di Kota Kokura.

Harian Kompas, 9 Agustus 1991 menyebutkan, hari itu, Kamis, 9 Agustus 1945, pukul 08.09, Kota Kokura yang terletak di Pulau Kyushu, Jepang menjadi sasaran dari bom ini.

Bagi para penduduk kota penghasil senjata itu, udara pagi itu cukup sejuk, tidak selembab dan sepanas cuaca tradisional bulan Agustus di Jepang.

Pada ketinggian 31.000 kaki, pesawat pengebom B-29 "Bock's Car" membawa bom atom tersebut,

Mayor Kermit Beahan, seorang Ahli teknik pengebom asal Texas, yang juga dijuluki The Great Artiste ini, bertugas menjatuhkan "Fat Man".

Fat Man digambarkan sebagai bom atom (fission) berukuran panjang 10 kaki 8 inci serta berdiameter 5 kaki, di atas sasaran sebuah pabrik senjata di Kokura.

Dengan teropongnya, Beahan bisa melihat Kota Kokura dengan jelas. Akan tetapi, pabrik senjata itu tidak kelihatan. Campuran asap pabrik dan api telah menutupi sasaran yang dituju.

"Fat Man" hanya boleh dijatuhkan ke sasaran apabila sasaran tersebut bisa dilihat dengan mata.

Visual bombing menjadi salah satu ketentuan Pasal 1 perintah penggunaan bom-khusus, yang dikeluarkan oleh Sekutu pada 25 Juli 1945.

Mayor Charles W. Sweeney , pilot B-29 yang berpengalaman, memutar kembali haluan mencari sisi lain Kota Kokura. 

Pindah sasaran ke Nagasaki

Setelah berputar-putar di Kokura dan karena situasi kurang memungkinkan, Sweeney mengarahkannya ke kota lain.

Bock's Car, pesawat yang membawa bom ini sudah hampir kehabisan bahan bakar dan diperkirakan tak bisa kembali ke Iwo Jima dan Okinawa.

Akhirnya, karena tak memungkinkan menjatuhkan Fat Man di Kokura, pilihan beralih ke Kota Nagasaki.

Nagasaki merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Jepang Selatan dan menjadi kota penting semasa perang karena memiliki banyak aktivitas industri, termasuk produksi artileri, kapal, perlengkapan militer, dan material perang lainnya.

Kamis, 9 Agustus 1945 pukul 11.02, Fat Man dijatuhkan. Nagasaki luluh lantak.

Penyerangan ini membuat Jelang menyerah kepada Sekutu.

Kompas TV Warga Jepang Kenang 72 Tahun Peristiwa Bom Atom


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X