Pemerintah Baru Kolombia Bakal Tinjau Pengakuan terhadap Palestina

Kompas.com - 09/08/2018, 13:23 WIB
Presiden baru Kolombia, Ivan Duque, berbincang dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley sesaat sebelum upacara pelantikan Duque. AFP via Russian TodayPresiden baru Kolombia, Ivan Duque, berbincang dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley sesaat sebelum upacara pelantikan Duque.

BOGOTA, KOMPAS.com - Pemerintah baru Kolombia menyatakan bakal melakukan peninjauan terhadap surat berisi pengakuan Palestina sebagai sebuah negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri yang baru, Carlos Holmes, dilansir AFP dan Russian Today Kamis (9/8/2018).

Awalnya, Kementerian Luar Negeri merilis sebuah surat pada Rabu (8/8/2018) dari Presiden Juan Manuel Santos sebelum lengser dari jabatannya.

Baca juga: Palestina: Pangkas Tunjangan bagi Tahanan, Israel seperti Deklarasikan Perang

Surat bertanggal 3 Agustus tersebut mengakui bahwa Palestina merupakan negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat.

"Seperti halnya Palestina berhak menjadi sebuah negara, Israel juga berhak untuk hidup damai berdampingan dengan tetangganya," demikian bunyi surat itu.

Surat yang ditandatangani oleh Menlu era Santos, Maria Angela Holguin, bertolak belakang dengan sikap mereka sebelumnya.

Pasalnya Kolombia bersama Panama merupakan negara di kawasan Amerika Tengah dan Selatan yang tak mengakui Palestina.

Bogota selain menjadi salah satu sekutu Amerika Serikat (AS), juga punya sejarah hubungan yang manis dengan Israel.

Pengumuman itu disambut baik Palestina dengan berharap pengakuan tersebut "bisa berkontribusi menciptakan perdamaian di Timur Tengah".

Israel langsung meradang dengan pengakuan itu, dan mendesak presiden yang baru, Ivan Duque, agar membatalkan surat tersebut.

" Pengakuan itu merusak hubungan baik, kerja sama intensif, dan kepentingan bersama dua negara di sektor vital," demikian pernyataan Kedutaan Besar Israel di Bogota.

Dikecam Israel, Holmes mengumumkan bahwa dia bakal melakukan peninjauan kembali surat yang dibuat pemerintahan sebelumnya.

"Merupakan sebuah keharusan bagi pemerintahan kami untuk membina hubungan baik dengan sekutu dan rekan, serta mendukung perdamaian dan keamanan dunia," ulas Holmes.

Baca juga: Bertemu Presiden Abbas, Pangeran William Sebut Palestina sebagai Negara

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X