Partai Oposisi Zimbabwe Tegaskan Bakal Gugat Hasil Pemilu Presiden

Kompas.com - 08/08/2018, 23:13 WIB
Massa pendukung kelompok oposisi turun ke jalan menyusul pengumuman sementara hasil perhitungan suara oleh komisi pemilihan Zimbabwe, Rabu (1/8/2018).AFP / LUIS TATO Massa pendukung kelompok oposisi turun ke jalan menyusul pengumuman sementara hasil perhitungan suara oleh komisi pemilihan Zimbabwe, Rabu (1/8/2018).

HARARE, KOMPAS.com - Partai oposisi Zimbabwe, Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC), menegaskan bakal mengajukan gugatan hukum terhadap hasil pemilu yang memenangkan Emmerson Mnangagwa sebagai presiden.

Kelompok oposisi pemerintah itu menyebut hasil pemilu yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Zimbabwe (ZEC) sebagai kecurangan.

"Hasil itu mewakili penolakan total terhadap kehendak rakyat," kata pengacara MDC Thabani Mpofu kepada wartawan, pada Rabu (8/8/2018), seperti dilansir AFP.

Baca juga: Oposisi Zimbabwe Sebut Hasil Pemilu Penuh Rekayasa


Mpofu menolak memberikan tanggal pasti kapan kasus hukum akan diajukan, yang ditetapkan untuk menunda pelantikan Mnangagwa.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Zimbabwe, batas waktu pengajuan gugatan adalah pada Jumat (10/8/2018) mendatang dan Mahkamah Konstitusi harus memutuskan petisi dalam waktu 14 hari.

"Bukti yang kami peroleh berasal dari angka-angka ZEC, yang dalam pandangan kami, secara matematis tidak ada kecocokan," kata Mpofu.

"Kami memiliki apa yang kami butuhkan untuk mencapai tujuan. Bukan hanya memunculkan tantangan yang kredibel dan berkelanjutan tetapi akan menyebabkan penghentian atas seluruh proses yang diumumkan oleh ZEC," tambahnya.

"Kami yakin saat ini disajikan di hadapan pengadilan, maka hanya akan ada satu hasil," ujar dia.

Sebelumnya, markas besar MDC telah mendapat serbuan dari pihak berwenang dalam apa yang disebut Mpofu sebagai upaya untuk menghancurkan bukti.

Tetapi Mpofu mengatakan bahwa data yang mereka miliki berada di tempat yang aman.

Dia tidak memberikan rincian tentang bukti penipuan yang dituduhkan dan menjanjikan untuk mengungkapkannya di pengadilan.

Sementara Mnangagwa, mantan sekutu Robert Mugabe yang digulingkan pada November 2017, hanya meraih keunggulan tipis dalam pemungutan suara pada pemilu lalu.

Presiden, partai ZANU-PF yang berkuasa dan juga komisi pemilihan telah menolak tuduhan akan adanya kecurangan seperti yang diserukan oleh oposisi.

Baca juga: Menang Tipis di Pemilu, Mnangagwa Jadi Presiden Terpilih Zimbabwe

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X