UNHCR: Pembahasan Pemulangan Pengungsi Suriah dari Yordania Prematur

Kompas.com - 08/08/2018, 20:09 WIB
Anak-anak Suriah bersepeda di sekitar kamp pengungsian di utara Yordania. AFP / KHALIL MAZRAAWIAnak-anak Suriah bersepeda di sekitar kamp pengungsian di utara Yordania.

AMMAN, KOMPAS.com - Diskusi untuk membahas mengenai pemulangan pengungsi Suriah dari Yordania untuk saat ini masih terlalu prematur.

Demikian disampaikan juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Yordania, Mohammed al-Hawari, pada Selasa (7/8/2018).

Menurut Hawari sebagian besar pengungsi Suriah yang kembali dari Yordania saat ini lebih disebabkan oleh alasan keluarga, seperti kematian atau reuni.

"Sepanjang tahun ini kami telah mendaftarkan 1.769 orang yang telah kembali ke Suriah. Namun bulan lalu kami tidak mendaftarkan satu pun pengungsi yang kembali," kata Hawari dilansir The New Arab.

Baca juga: Suriah Berencana Bentuk Komite Pemulangan Pengungsi

Ditambahkan dia, jumlah pengungsi Suriah yang kembali secara sukarela dalam kurun waktu tiga tahun terakhir tidak lebih dari 15.000 orang.

Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan dengan jumlah pengungsi Suriah yang terdaftar di Yordania, yang mencapai 668.000 orang.

Pada kesempatan itu, Hawari juga membantah klaim dari Pusat Penempatan, Penyebaran, Penerimaan Pengungsi, milik Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Rusia, yang menyebut sekitar 149.000 pengungsi Suriah yang tinggal di Yordania telah bersedia kembali.

Perwakilan UNHCR mengatakan, tidak ada pusat semacam itu di Yordania dan tidak ada koordinasi yang tengah terjadi dengan mereka sehubungan dengan pemulangan pengungsi Suriah.

UNHCR menegaskan, mereka bekerja di dalam wilayah Yordania dan akan menghormati peraturan serta hukum yang berlaku di negara tersebut.

Menurut mereka, pihak berwenang Yordania belum mengumumkan rencana untuk membuka perbatasan guna mendukung pemulangan pengungsi.

Para pengungsi Suriah di Yordania telah menyerukan keprihatinan mereka atas desakan untuk kembali ke tanah air sebelum perang berakhir dan keamanan mereka terjamin.

Mereka juga tidak percaya pada Rusia sebagai penengah perdamaian karena peran perangnya melakukan kampanye brutal terhadap mereka yang menentang kekuasaan Presiden Bashar al-Assad.

Baca juga: Pasukan Rezim Suriah Cegat Pasokan Makanan dan Obat ke Kamp Pengungsi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X