Kompas.com - 08/08/2018, 15:03 WIB
Tahanan menjadi bagian dari regu pemadam kebakaran di bawah otoritas Departemen Pemadam Kebakaran California. Dalam foto ini, mereka menaiki lereng bukit yang curam. Foto diambil pada 28 September 2017 di dekat Yucaipa, California, Amerika Serikat. (AFP/David McNew) Tahanan menjadi bagian dari regu pemadam kebakaran di bawah otoritas Departemen Pemadam Kebakaran California. Dalam foto ini, mereka menaiki lereng bukit yang curam. Foto diambil pada 28 September 2017 di dekat Yucaipa, California, Amerika Serikat. (AFP/David McNew)

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Sebanyak 14.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah negara bagian California. Dari jumlah itu, sekitar 2.000 anggota merupakan tahanan.

Diwartakan Daily Mail, Selasa (7/8/2018), para narapidana mendapat upah 1 dollar AS per jam atau sekitar Rp 14.400 per jam. 

Porsi tahanan dalam regu pemadam kebakaran menyumbang 14 persen dari seluruh petugas yang diterjunkan di seluruh California.

"Para tahanan pemadam kebakaran bekerja dalam tim yang terdiri dari 12 orang," kata juru bicara Departemen Pemasyarakatan dan Rehabilitasi California, Bill Sessa.

Baca juga: Begini Penampakan Kebakaran Hebat di California Dilihat dari Angkasa

Mereka mendapat tugas khusus menghentikan penyebaran api atau mengubah arah api yang menjalar di dalam hutan.

"Itu berarti narapidana kami mendaki dengan membawa peralatan seberat 27 kg di punggung mereka," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam situasi kebakaran seperti yang sekarang kita saksikan di California, petugas pemadam kebakaran dan semua yang terlibat bekerja 24 jam penuh," imbuhnya.

Seluruh petugas akan bekerja selama 24 jam penuh, sebelum diganti oleh kru lainnya untuk beristirahat selama 24 jam, dan begitu seterusnya.

Program pemadam kebakaran yang melibatkan narapidana mulai dilakukan sejak Perang Dunia II, ketika CalFire kekurangan tenaga kerja.

Sebagian besar dari mereka melakukan pekerjaan kasar untuk membuat garis penahanan api dengan kapak, sekop, dan gergaji. Kini, tahanan mendapat upah pokok 2 dollar AS (Rp 28.800) per hari, ditambah 1 dollar AS per hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.