Kompas.com - 07/08/2018, 17:13 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Otoritas Korea Utara pada Selasa (7/8/2018), telah membebaskan seorang warga Korea Selatan yang sebelumnya sempat ditahan karena telah melewati perbatasan tanpa izin.

Disampaikan Kementerian Unifikasi Korea Selatan, pembebasan seorang pria yang merupakan warga Korsel tersebut dilandaskan rasa kemanusiaan.

"Pihak kami telah menerima seorang warga Korea Selatan bernama Seo, melalui Panmunjom dari sisi Utara pada pukul 11.00," kata kementerian dalam pernyataannya.

"Pemerintah secara positif menghargai pemulangan tersebut, yang dilakukan atas dasar kemanusiaan," lanjut pernyataan kementerian dilansir AFP.

Baca juga: Korea Utara Kritik Sikap Ketidaksabaran AS soal Denuklirisasi

Pria tersebut, diketahui berusia 34 tahun dan telah melewati perbatasan Korea pada 22 Juli lalu. Dia ditangkap dan ditahan oleh otoritas Korea Utara.

Setelah dibebaskan oleh pihak Korea Utara, Seo kini masih ditahan oleh otoritas Korea Selatan untuk dimintai keterangan.

"Kami harus menyelidiki untuk mengetahui alasan pria itu ke Utara dan bagaimana dia bisa sampai di sana," kata salah seorang pejabat Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap.

Hubungan kedua Korea tengah mengalami perkembangan positif sejak dilangsungkannya pertemuan puncak antara Presiden Moon Jae-in dengan Kim Jong Un pada April lalu.

Namun demikian, Seoul saat ini masih mengharapkan kepada Pyongyang untuk dapat membebaskan enam warga Korea Selatan yang ditahan pada 2013 lalu.

Enam orang tersebut, tiga di antaranya merupakan misionaris dan tiga lainnya adalah pembelot Korea Utara yang melarikan diri ke Selatan.

Sebelumnya, Pyongyang juga telah membebaskan tiga orang warga negara AS pada Mei lalu yang dilakukan sebagai iktikad baik menjelang pertemuan puncak Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Korut Kembalikan Kerangka Tentara AS, Trump: Terima Kasih, Kim Jong Un

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.