Kini di Bangladesh, "Ngebut" dan Sebabkan Kematian Bisa Dihukum Mati

Kompas.com - 07/08/2018, 16:07 WIB
Pelajar Bangladesh memblokir jalan selama aksi unjuk rasa di Dhaka pada Sabtu (4/8/2018), menyusul kematian dua pelajar dalam kecelakaan lalu lintas. (AFP/Munir Uz Zaman) Pelajar Bangladesh memblokir jalan selama aksi unjuk rasa di Dhaka pada Sabtu (4/8/2018), menyusul kematian dua pelajar dalam kecelakaan lalu lintas. (AFP/Munir Uz Zaman)
|

DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Bangladesh, Senin (6/8/2018), menyepakati hukuman lebih berat bagi pengemudi ceroboh yang mengakibatkan kematian seseorang dalam kecelakaan lalu lintas.

"Seperti diusulkan, tersangka pelaku diancam hukuman penjara lima tahun jika terbukti mengakibatkan kematian seseorang akibat kecerobohan saat mengemudi," kata Menteri Hukum Anisul Huq.

Huq menambahkan, hukuman mati bisa dijatuhkan jika investigasi menemukan bahwa kecelakaan yang mengakibatkankematian di jalan raya itu dilakukan dengan sengaja.

Baca juga: Usai Diwawancarai Al Jazeera, Fotografer Bangladesh Ditangkap Polisi

Sementara kantor berita Reuters mengabarkan, disahkannya undang-undang baru ini hanya sebuah formalitas karena partai berkuasa Liga Awami mendominasi parlemen.

Pengumuman aturan baru ini disampaikan setelah aksi protes pelajar di kota Dhaka dan sekitarnya sudah berlangsung lebih dari sepekan.

Para pelajar itu melakukan protes dengan turun ke jalanan setelah pada Minggu (29/7/2018) dua anak remaja tewas karena ditabrak bus yang "ngebut" di jalanan.

Unjuk rasa pelajar ini semakin besar dan diikuti puluhan ribu orang yang menuntut pemerintah segera membenahi standar keselamatan di jalan raya.

Para pengunjuk rasa bahkan menghentikan mobil di jalanan dan memeriksa surat izin mengemudi dan dokumen kendaraan milik mereka yang melintas di jalan raya.

"Kami tak ingin mobil tanpa pengemudi berlisensi berkeliaran di jalanan. Para pengemudi ceroboh itu seharusnya tidak diizinkan memiliki SIM," ujar Mohammad Sifat, seorang pengunjuk rasa.

Baca juga: Atasi Unjuk Rasa Kaum Pelajar, Pemerintah Bangladesh Matikan Internet

"Kami juga tak ingin pengemudi di bawah umur mengemudikan kendaraan transportasi umum," tambah Sifat.

Menurut data dari Institut Riset Kecelakaan Lalu Lintas di Universitas Permesinan dan Teknologi Bangladesh terungkap lebih dari 12.000 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di negeri itu setiap tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X