Kompas.com - 07/08/2018, 13:05 WIB
Dalam gambar pesawat hipersonik China, Starry Sky-2, diluncurkan dari sebuah lokasi rahasia di kawasan barat laut. Jika sukses, maka pesawat itu bisa diisi rudal nuklir, dan mampu mengelak dari sistem pertahananan canggih. Weibo via Asia TimesDalam gambar pesawat hipersonik China, Starry Sky-2, diluncurkan dari sebuah lokasi rahasia di kawasan barat laut. Jika sukses, maka pesawat itu bisa diisi rudal nuklir, dan mampu mengelak dari sistem pertahananan canggih.

BEIJING, KOMPAS.com - China dilaporkan sukses menggelar uji coba pesawat hipersonik yang mampu melaju hingga enam kali kecepatan suara.

Akademi Aerodinamika dan Luar Angkasa China mengklaim pesawat Starry Sky-2 sukses diluncurkan dari lokasi rahasia di kawasan barat laut.

Dilansir SCMP Selasa (7/8/2018), pesawat itu menggunakan teknologi waverider, atau kemampuan dalam menunggangi gelombang untuk menambah kecepatan.

Baca juga: Putin Sebut Rudal Hipersonik Rusia Bakal Beroperasi pada 2019

Diuji coba Jumat pekan lalu (3/8/2018), pesawat itu terbang disokong sejumlah roket tingkat sebelum melepaskan diri, dan terbang independen.

Selama fase independen, akademi mengklaim pesawat itu mampu melakukan manuver sambil mempertahankan kecepatan di Mach 5,5 selama 400 detik.

Adapun kecepatan tertingginya adalah Mach 6, atau 7.344 km/jam. "Pesawat itu kemudian sukses mendarat di lokasi yang ditentukan," kata akademi.

Akademi mengatakan uji coba itu menghasilkan data yang efektif dengan pesawat itu tak menderita kerusakan berarti.

"Tes itu menjadi dasar teknologi yang solid untuk aplikasi teknologi tentang desain waverider," terang akademi.

Dilaporkan jika telah disempurnakan, pesawat itu mampu membawa rudal nuklir dan mampu melewati sistem pertahanan secanggih apapun.

Starry Sky-2 bukanlah pesawat hipersonik pertama. Pada 2014, China pernah mencoba roket angkut hingga. Namun, Sky-2 merupakan pesawat pertama dengan teknologi waverider.

Analis militer Zhou Chenming berkata, ada kemungkinan Beijing masih menempatkan rudal konvensional dibanding nuklir.

"Saya rasa pesawat itu masih membutuhkan setidaknya 3-5 tahun sebelum benar-benar membawa nuklir," terang Zhou.

China bersanding dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang mengembangkan senjata tercepat di muka Bumi ini.

Rusia misalnya. Pada Juni lalu, Presiden Vladimir Putin memperkenalkan rudal jelajah Kinzhal yang diklaim bisa melaju hingga Mach 20.

Belum lagi rudal hipersonik Avangard yang mempunyai kelincahan menghindari rudal pencegat musuh sembari mempertahankan kecepatan tertinggi.

Sementara AS dikabarkan menggelontorkan dana hingga 1 miliar dolar, atau sekitar Rp 14,4 triliun, untuk program rudal hipersonik baru.

Dana sebesar itu dipakai untuk penelitian dan pengembangan rudal hipersonik yang bisa ditembakkan dari jet tempur.

Baca juga: Data Rudal Hipersonik Rusia Bocor, Seberapa Canggih Senjata Itu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.