Kompas.com - 07/08/2018, 13:05 WIB

Analis militer Zhou Chenming berkata, ada kemungkinan Beijing masih menempatkan rudal konvensional dibanding nuklir.

"Saya rasa pesawat itu masih membutuhkan setidaknya 3-5 tahun sebelum benar-benar membawa nuklir," terang Zhou.

China bersanding dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia yang mengembangkan senjata tercepat di muka Bumi ini.

Rusia misalnya. Pada Juni lalu, Presiden Vladimir Putin memperkenalkan rudal jelajah Kinzhal yang diklaim bisa melaju hingga Mach 20.

Belum lagi rudal hipersonik Avangard yang mempunyai kelincahan menghindari rudal pencegat musuh sembari mempertahankan kecepatan tertinggi.

Sementara AS dikabarkan menggelontorkan dana hingga 1 miliar dolar, atau sekitar Rp 14,4 triliun, untuk program rudal hipersonik baru.

Dana sebesar itu dipakai untuk penelitian dan pengembangan rudal hipersonik yang bisa ditembakkan dari jet tempur.

Baca juga: Data Rudal Hipersonik Rusia Bocor, Seberapa Canggih Senjata Itu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.