Duterte Resmikan UU Otonomi Wilayah Mayoritas Muslim di Mindanao

Kompas.com - 06/08/2018, 20:36 WIB
Lanskap deretan bangunan di kota Marawi, Filipina selatan, yang menjadi medan pertempuran antara kelompok Maute dan tentara Filipina, Sabtu (8/7/2017). Marawi merupakan kota yang indah, berada di jantung Mindanao, salah satu pulau terbesar di wilayah selatan Filipina. KOMPAS/HARRY SUSILOLanskap deretan bangunan di kota Marawi, Filipina selatan, yang menjadi medan pertempuran antara kelompok Maute dan tentara Filipina, Sabtu (8/7/2017). Marawi merupakan kota yang indah, berada di jantung Mindanao, salah satu pulau terbesar di wilayah selatan Filipina.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan undang-undang baru yang memberikan otonomi lebih besar kepada wilayah mayoritas Muslim di Filipina selatan, Mindanao.

Duterte menyatakan harapan untuk diakhirinya konflik berdarah selama beberapa dekade.

Dia menyerahkan salinan UU secara simbolis kepada pemimpin kelompok Muslim terbesar di negara itu, Senin (6/8/2018).

Baca juga: 75 Kendaraan Mewah Selundupan Dihancurkan, Duterte Terlihat Girang

AFP mewartakan, kebijakan tersebut menjadi elemen penting bagi pakta damai dengan Front Pembebasan Islam Moro yang bersama dengan kelompok lain, mengobarkan pemberontakan hingga menewaskan sekitar 150.000 orang di wilayah Mindanao sejak 1970-an.

"Saya berharap UU pada akhirnya akan mengakhiri konflik puluhan tahun yang berakar dalam perjuangan Bangsamoro untuk menentukan nasib dan pengakuan identitas unik mereka," katanya.

"Semoha ini berfungsi sebagai lintasan akhir untuk pencapaian perdamaian sejati, stabilitas pemerintahan yang baik di wilayah Muslim Mindanao," ucapnya.

"Mari kita bekerja sama melanjutkan proses pemulihan dan rekonsiliasi," imbuh Duterte.

UU tersebut melaksanakan perjanjian damai pada 2014 yang menyatakan Front Pembebasan Islam Moro bersedia menyerahkan senjata dengan imbalan pembentukan pemerintahan sendiri.

Baca juga: Militer Filipina Gelar Operasi di Mindanao, 5 Milisi Radikal Tewas

Di bawah hukum yang ditandatangani Duterte, wilayah otonomi diperbolehkan menyimpan 75 persen pajak daerah, serta menerima alokasi anggaran tahunan senilai lima persen dari pendapatan nasional.

Wilayah ini memiliki parlemen dan pengadilan syariah khusus menangani kasus-kasus yang melibatkan umat Islam.

Mobil militer tampak melewati jalanan yang dihiasi dengan reruntuhan bangunan di Marawi, Filipina. (AFP/Ted Aljibe) Mobil militer tampak melewati jalanan yang dihiasi dengan reruntuhan bangunan di Marawi, Filipina. (AFP/Ted Aljibe)
Perjanjian perdamaian awal pernah ditandatangani pendahulu Duterte, Benigno Aquino. Namun, Kongres menolak mengesahkan UU pendukungnya.

Kelompok pemberontak malah berjanji setia kepada ISIS dan tahun lalu menyerang kota Marawi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X