Kompas.com - 06/08/2018, 15:51 WIB
Foto yang diambil pada 14 Maret 2018 ini memperlihatkan proses pembangunan Jembatan Crimea di atas Selat Kerch, Rusia. AFP/YURI KOCHETKOVFoto yang diambil pada 14 Maret 2018 ini memperlihatkan proses pembangunan Jembatan Crimea di atas Selat Kerch, Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin berencana mengubah Crimea menjadi ibu kota kebudayaan.

Sebanyak enam mahakarya dari galeri seni utama dan museum di Rusia akan dipindahkan ke Krimea untuk ditempatkan ke pusat budaya yang baru di semenanjung tersebut.

Dikutip Channel News Asia dari Reuters, Minggu (5/8/2018), rencana pembangunan pusat kebudayaan merupakan langkah integrasi Crimea, setelah dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014.

Baca juga: Putin Bakal Perkuat AL Rusia dengan Datangkan 26 Kapal Perang Baru

Wakil Perdana Menteri Rusia Olga Golodets mengatakan, proyek tersebut akan mencakup sebuah teater opera dan balet, sebuah museum, bioskop, dan sekolah tari.

"Staf di Museum Hermitage, Tretyakov Gallery, dan Museum Rusia akan terlibat dalam pembentukan kompleks ini," ucapnya.

"Gedung pusat akan dijadikan sebagai pusat pameran dan eksposisi permanen dari karya seni dunia," imbuhnya.

Dia meyakini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Crimea akan meningkat.

Kantor berita Rusia, TASS, mewartakan Putin terlihat menghadiri festival opera terbuka di Cherseonesus, Crimea, bersama dengan pejabat tinggi lainnya, termasuk Kepala Crimea Sergei Aksyonov, pada Sabtu (4/8/2018).

Sementara itu, jembatan yang menghubungkan Crimea ke jaringan transportasi Rusia sudah diresmikan pada Mei lalu. Golodets mengklaim, sebanyak 1,5 juta turis telah memanfaatkannya.

Di sisi lain, pembangunan jembatan tersebut menuai kecaman keras dari Uni Eropa, karena dianggap sebagai pelanggaran lebih jauh atas kedaulatan Ukraina.

Baca juga: Rusia Klaim Tangkap Agen Ukraina dengan Misi Sabotase di Crimea

Uni Eropa bahkan menjatuhkan snaksi pada perusahaan konstruksi yang membangun jembatan itu.

Seperti diketahui, aneksasi Crimea dari Ukraina oleh Rusia pada 2014 memicu sanksi dan membuat hubungan dengan Barat memburuk.

Banyak warga Rusia melihat langkah itu sebagai pemulihan kekuasaan pemerintah atas wilayah historis Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.