Kompas.com - 06/08/2018, 15:21 WIB
|

DHAKA, KOMPAS.com - Kepolisian Bangladesh, Senin (6/8/2018), mengatakan, telah menahan seorang fotografer kenamaan negeri itu karena "komentar provokatifnya" saat diwawancarai Al Jazeera soal unjuk rasa pelajar yang sudah berlangsung selama sepekan.

Sebanyak 20 polisi tak berseragam menjemput Shahidul Alam (63) di kediaman di Dhaka pada Minggu (5/8/2018), beberapa jam setelah diwawancarai Al Jazeera.

"Dia dibawa ke kamtor kami pada Senin pagi. Kami memeriksanya terkait pernyataan provokatifnya di sejumlah media," kata perwira polisi Moshiur Rahman.

"Saat diperiksa dia tidak memberikan pernyataan yang tepat. Dia mengaku semua yang dikatakan adalah pendapat pribadi," tambah Rahman.

Baca juga: Atasi Unjuk Rasa Kaum Pelajar, Pemerintah Bangladesh Matikan Internet

Shahidul Alam adalah pendiri dan direktur pelaksana Drik Gallery dan pencetus Pathsala South Asian Media Academy, sebuah sekolah fotografi di ibu kota Dhaka yang sudah melahirkan ratusan fotografer.

Sepanjang kariernya selama empat dekade, berbagai karya Alam banyak menghiasi media massa barat, termasuk harian The New York Times, majalah Time, dan National Geographic.

Beberapa hari belakangan ini, Alam banyak mengabadikan unjuk rasa puluhan ribu pelajar di Dhaka dan sekitarnya serta mendiskusikan masalah ini secara "live" lewat Facebook.

Unjuk rasa di Dhaka ini dimulai ketika sebuah bus yang "ngebut" menewaskan dua anak kecil pada 29 Juli lalu.

Para pelajar ini berunjuk rasa agar pemerintah membenahi jalanan dan lalu lintas Bangladesh yang kacau balau dan amat berbahaya.

Pada Sabtu (4/8/2018), unjuk rasa ini berbuah kerusuhan setelah polisi menembakkan peluru karet ke arah para demonstran yang melukai setidaknya 100 orang.

Kekerasan berlanjut pada Minggu (5/8/2018) ketika polisi menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang bergerak menuju ke kantor partai berkuasa Liga Awami.

Baca juga: Ribuan Pelajar Berdemonstrasi Usai 2 Anak Kecil Tewas Ditabrak Bus

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.