Pasca-bom Drone, Rakyat Venezuela Diminta Turun ke Jalan Dukung Maduro

Kompas.com - 06/08/2018, 14:23 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom. AFP / JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro saat memberikan pidato dalam peringatan Ulang Tahun Tentara Venezuela ke-81 di Caracas, Sabtu (4/8/2018), sesaat sebelum terjadi serangan drone bermuatan bom.

CARACAS, KOMPAS.com - Rakyat Venezuela dilaporkan bakal menggelar mobilisasi ke jalan sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Seruan itu disampaikan Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), setelah terjadi upaya pembunuhan kepada Maduro menggunakan bom drone.

Dalam kicauannya di Twitter, PSUV meminta agar rakyat turun ke jalan dengan melaksanakan aksi damai pada Senin ini (6/8/2018).

Baca juga: Presiden Venezuela Selamat dari Serangan Drone

Aksi pada pukul 10.00 waktu setempat itu dimulai dengan berkumpul di Lapangan Morelos, dan bakal berpawai menuju Istana Miraflores di tengah kota.

"Kami mengimbau seluruh warga Venezuela untuk mengecam adanya aksi terorisme dan upaya pembunuhan," tulis PSUV dilansir Nacional dan Prensa Latina.

Serangan yang dilakukan Sabtu (4/8/2018) itu terjadi ketika Maduro berpidato pada peringatan 81 tahun Garda Nasional di Bolivar Avenue.

Salah satu dari dua drone yang membawa bom C4 meledak di depan panggung Maduro, dan mengakibatkan tujuh tentara terluka.

Pasukan pengamanan bergerak cepat dengan memasang perisai kain untuk melindungi presiden berusia 55 tahun tersebut.

Aparat keamanan bergerak cepat dengan menangkap enam orang yang dituduh sebagai "teroris dan pembunuh bayaran".

Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Nestor Reverol berkata, pihaknya sudah mengetahui dalang upaya pembunuhan tersebut.

Maduro menuding Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan kelompok ultra kanan, istilah bagi oposisi Venezuela, hingga kelompok pemberontak misterius sebagai dalang percobaan pembunuhan itu.

Nicmer Evans, mantan pendukung pemerintah yang kini memimpin partai oposisi Frente Amplio, khawatir insiden ini akan memicu langkah represif dan persekusi dari pemerintah.

Baca juga: Venezuela Tangkap 6 Orang Terduga Calon Pembunuh Presiden Maduro



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X