Venezuela Tangkap 6 Orang Terduga Calon Pembunuh Presiden Maduro

Kompas.com - 06/08/2018, 12:17 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018). AFP/JUAN BARRETOPresiden Venezuela Nicolas Maduro menghadiri upacara peringatan ulang tahun ke-81 Garda Nasional di Caracas, Sabtu (4/8/2018).
|

CARACAS, KOMPAS.com - Aparat keamanan Venezuela menangkap enam orang yang disebut sebagai "teroris dan pembunuh bayaran" pasca-usaha pembunuhan Presiden Nicolas Maduro dengan menggunakan drone pada Minggu (5/8/2018).

Penangkapan keenam orang itu diumumkan Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Nestor Reverol lewat pidato di televisi sambil menambahkan masih banyak lagi yang akan ditangkap.

"Tiga tentara dalam kondisi kritis dan empat lainnya terluka dalam serangan yang melibatkan dua drone yang dikendalikan dari jauh itu," kata Reverol.

Baca juga: Militer Venezuela Bersumpah Setia dan Mendukung Presiden

Reverol menggambarkan upaya tersebut sebagai sebuah tindakan terorisme dan menegaskan dalang rencana pembunuhan itu di dalam atau di luar negeri sudah diketahui.

Sementara itu, Presiden Nicolas Maduro menegaskan bakal menjatuhkan hukuman berat bagi orang-orang yang berusaha membunuhnya.

Maduro menuding Presiden Kolombia Juan Manuel Santos dan kelompok ultra kanan, istilah bagi oposisi Venezuela, hingga kelompok pemberontak misterius sebagai dalang percobaan pembunuhan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tak ada ampun bagi mereka," kata Maduro dalam pernyataan resminya.

Nicmer Evans, mantan pendukung pemerintah yang kini memimpin partai oposisi Frente Amplio, khawatir insiden ini akan memicu langkah represif dan persekusi dari pemerintah.

Kekhawatiran Evans itu beralasan sebab Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez menyuarakan kesetiaan tak terbatas militer kepada Maduro sebagai panglima tertinggi.

Serangan yang terjadi pada Sabtu (4/8/2018) itu melibatkan dua buah drone yang masing-masing membawa satu kilogram bahan peledak C4.

Bahan peledak C4 itu, menurut Menteri Kehakiman Reverol bisa mengakibatkan kerusakan efektif dalam radius 50 meter.

Baca juga: Kelompok Pemberontak Misterius Akui Berupaya Bunuh Presiden Venezuela

Reverol mengatakan, drone itu terbang di atas tribun tempat Maduro berpidato tetapi menjadi terganggu dengan alat pengacak sinyal.

Akhirnya drone itu meledak di luar perimeter yang direncanakan pelaku percobaan pembunuhan. Masih menurut Reverol.

"Drone kedua kehilangan kendali dan menabrak gedung di sekitar lokasi," tambah Reverol.




Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X