Kompas.com - 06/08/2018, 09:09 WIB

KOMPAS.com - Neil Armstrong dikenal sebagai astronot Amerika Serikat yang pertama kali menjejakkan kakinya di permukaan bulan pada 20 Juli 1969.

Armstrong mendarat di bulan dalam misi Apollo 11 bersama dua rekan astronot lainnya, Michael Collins and Edwin "Buzz" Aldrin.

Akan tetapi, sepanjang kisah hidupnya, Neil Armstrong juga pernah menjadi seorang pilot Angkatan Laut dan seorang pengajar di perguruan tinggi.

Pemilik nama lengkap Neil Alden Armstrong ini lahir pada 5 Agustus 1930 di Wapakoneta, Ohio, AS.

Baca juga: Koleksi Barang Bersejarah Neil Armstrong akan Dilelang Tahun Ini

Neil Armstrong adalah anak pertama dari pasangan Viola Louise Engel dan Stephen Koenig Armstrong.

Armstrong menyukai pesawat dan dunia penerbangan sejak orangtuanya mengajaknya mengunjungi sebuah pameran kedirgantaraan.

Kecintaannya terhadap dunia kedirgantaraan semakin besar saat dirinya berusia enam tahun diajak sang ayah untuk pertama kalinya dalam sebuah penerbangan di Ohio.

Sepuluh tahun berselang, tepat ketika hari ulang tahunnya yang ke-16, Armstrong menerima sertifikat sebagai siswa sekolah penerbangan.

Armstrong sudah mulai terbang solo bahkan sebelum dia memiliki surat izin mengemudi

Pada 1947, Armstrong melanjutkan pendidikan di Universitas Purdue, West Lafauette, Indiana dengan beasiswa dari Angkatan Laut AS dan mempelajari teknik penerbangan (aeronautical engineering).

Saat pecah Perang Korea pada 1950, Armstrong turut dikerahkan ke garis depan. Pesawatnya sempat tertembak, namun Armstrong masih dapat menyelamatkan diri.

Setelah perang usai, Armstrong melanjutkan pendidikannya hingga lulus pada 1955 dan direkrut oleh National Advisory Committee for Aeronautics atau NACA, cikal bakal NASA (National Aeronautics and Space Administration).

Baca juga: NASA Galang Dana untuk Selamatkan Baju Neil Armstrong

Selama berada di NACA, Neil Armstrong bertugas salah satunya sebagai pilot uji coba dan telah menguji hingga 200 model pesawat terbang berkecepatan tinggi, termasuk X-15 yang mampu menempuh kecepatan hingga lebih dari 6.000 kilometer per jam.

Pada 1962, Armstrong resmi bergabung dalam program luar angkasa dan menjadi astronot. Dia ditugaskan dalam misi luar angkasa Gemini 8 sebagai pilot komando.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.