Kelompok Pemberontak Misterius Akui Berupaya Bunuh Presiden Venezuela

Kompas.com - 05/08/2018, 20:13 WIB
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Venezuelan Presidency / AFPPresiden Venezuela, Nicolas Maduro.

CARACAS, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak misterius yang terdiri dari warga sipil dan militer Venezuela mengaku bertanggung jawab atas upaya pembunuhan terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Diwartakan AFP, Minggu (5/8/2018), serangan drone menargetkan Maduro saat berpidato telah melukai 7 tentara dalam pawai militer yang disiarkan di televisi. Pemimpin Venezuela itu selamat dari serangan.

Kemudian, kelompok yang menamakan diri sebagai "National Movement of Soldiers in Shirts" mengklaim serangan tersebut.

"Ini (rezim kini) bertentangan dengan kehormatan militer untuk menjaga pemerintahan yang kini tidak hanya melupakan konstitusi, tapi juga membuat lembaga publik menjadi curang untuk mengeruk kekayaan," kata kelompok tersebut.

Baca juga: Presiden Venezuela Selamat dari Serangan Drone

"Jika tujuan pemerintah untuk mencapai kebahagiaan terbesar, kami tidak dapat menoleransi jika penduduk menderita kelaparan, orang sakit tidak punya obat, mata uang tak bernilai, atau sistem pendidikan tak mendidik atau mengajar, hanya mendoktrin komunisme," imbuhnya.

"Rakyat Venezuela, untuk berhasil menyelesaikan perjuangan pembebasan ini, kita harus turun ke jalan, tanpa menyerah," lanjut kelompok itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Maduro menuduh Kolombia dan "pemodal" tak dikenal di Amerika Serikat berada di balik serangan tersebut. 

Beberapa pejabat juga menyalahkan oposisi Venezuela. Kolombia membantah terlibat. Maduro mengklaim beberapa dari mereka yang terlibat ditangkap dan penyelidikan sedang berlangsung.

Sebelumnya di Twitter, kelompok itu menyatakan diri sebagai personel militer patriotik dan warga sipil yang setia kepada rakyat Venezuela, yang berusaha menyelamatkan demokrasi negara di bawah kediktatoran.

Baca juga: Uang Pensiun Warga Venezuela Tak Cukup Membeli 15 Butir Telur

Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan, serangan pada Sabtu (4/8/2018) tersebut merupakan upaya pembunuhan Maduro.

Saat itu, Maduro sedang berpidato di sebuah acara ulang tahun tentara Venezuela ke-81 di lapangan terbuka. Dia dan pejabat lainnya tiba-tiba melihat ke atas dan terkejut, kemudian audio terputus.

Puluhan tentara terlihat membubarkan diri sebelum siaran televisi dihentikan. Selain itu, ledakan keras juga bisa terdengar pada rekaman video.

Rodriguez mengatakan dua drone bermuatan bahan peledak meledak di dekat podium presiden. Dia menuduh oposisi sayap kanan negara berada di balik serangan.

"Setelah kalah pemilihan suara, mereka gagal lagi," katanya, seperti dikutip dari BBC.



Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X