ISIS Bunuh Sandera dari Kelompok Minoritas yang Diculik di Suriah

Kompas.com - 05/08/2018, 16:15 WIB
Ilustrasi penyanderaan. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi penyanderaan.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) mengeksekusi satu dari puluhan sandera komunitas keagamaan Druze yang diculik di provinsi Sweida Rusia pekan lalu.

Anggota ISIS membunuh pelajar usia 19 tahun itu pada Kamis lalu. Dia merupakan salah satu dari 30-an orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, yang diculik.

Nour Radwan, Kepala lembaga pemantau dan situs berita Suriah Sweida24, mengatakan pria muda tersebut berasal dari desa Al-Shabki.

Dia diculik bersama ibunya. Setelah peristiwa pada 25 Juli 2018 itu, keluarganya menerima kiriman dua video.


Baca juga: ISIS Culik 36 Wanita dan Anak-anak di Suriah

Video pertama mempelihatkan eksekusi remaja tersebut, sementara video kedua menunjukkan dia berbicara sebelum dibunuh.

Sweida24 seperti diwartakan AFP, mengunggah video kedua yang berisi rekaman seorang remaja duduk di tanah dengan pemandangan berbatu.

Dia tampak mengenakan kaus berwarna hitam dan tangannya diikat ke belakang. Sejauh ini, video tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen.

Namun, lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia di Suriah (SOHR) menyatakan eksekusi tersebut yang pertama sejak insiden penculikan massal dilakukan.

Seperti diketahui, pada 25 Juli 2018, ISIS melakukan serangkaian serangan di ibu kota provinsi Sweida dan beberapa desa hingga menyebabkan lebih dari 250 orang tewas.

Itu merupakan serangan paling mematikan yang pernah ditargetkan kepada pemerintah daerah, dan kelompok minoritas Druze.

Selama serangan tersebut, anggota ISIS menculik 36 perempuan dan anak-anak Druze.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X