Remaja yang Terjebak di Goa Thailand Akhiri Masa 11 Hari Jadi Biksu

Kompas.com - 05/08/2018, 13:15 WIB
11 remaja anggota tim sepak bola Wild Boars dan pelatih Ekkapol Chantawong (kiri) ditahbiskan sebagai biksu Buddha pemula di Wihara Wat Phra That Doi Tung di distrik Mae Sai, provinsi Chiang Rai, Thailand pada 25 Juli 2018. (AFP/Panumas Sanguanwong) 11 remaja anggota tim sepak bola Wild Boars dan pelatih Ekkapol Chantawong (kiri) ditahbiskan sebagai biksu Buddha pemula di Wihara Wat Phra That Doi Tung di distrik Mae Sai, provinsi Chiang Rai, Thailand pada 25 Juli 2018. (AFP/Panumas Sanguanwong)

MAE SAI, KOMPAS.com - Masih ingatkah Anda mengenai kisah penyelamatan 12 remaja di Thailand dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak di dalam goa penuh air?

Setelah berhasil diselamatkan oleh kru penyelam dan ahli gua internasional, serta militer Thailand, 11 di antara mereka menjalani kehidupan sebagai biksu cilik selama 11 hari. Sementara seorang yang lain tidak melakukannya karena beragama Kristen.

Dengan kepala tertunduk dan mengenakan jubah oranye, mereka berhasil menyelesaikan hari-hari sebagai biksu Buddha pemula.

Melansir The Telegraph, Sabtu (4/8/2018), sekitar 300 orang berkumpul dalam upacara pada pagi hari yang dihiasi rintik hujan.

Mereka menghadiri upacara pamitan remaja laki-laki yang akan segera kembali ke rumahnya, setelah menjalani kehidupan di kuil. Bunga, makanan, dan uang dipersembahkan sebagai tanda pengabdian.

Baca juga: Ini Nasihat Penambang Chile yang Terjebak 69 Hari kepada Remaja Thailand

Para remaja terlihat berdoa, gelisah, sesekali menguap, ketika biksu menyanyikan ayat suci. Kemudian, mereka menempatkan jubah biksu baru di atas meja, di depan Saman Kunan.

Saman merupakan mantan pasukan Angkatan Laut Thailand. Dia gugur saat membawa tabung oksigen dalam misi penyelamatan para remaja di Goa Tham Luang.

Setelah melepaskan jubah oranye, mereka berganti pakaian dengan setelan kaus putih dan celana biru.

Sementara, pelatih Ekapol Chanthawong alias Ake tetap mengenakan jubah. Dia berkomitmen untuk mengikuti periode lebih panjang menjadi seorang biksu.

Kendati akan kembali pada kehidupan normal, namun mereka tidak akan muncul ke publik.

Di bawah undang-undang perlindungan anak, pemerintah akan menindak siapa pun yang melakukan wawancara kepada para remaja anggota tim sepak bola "Wild Boars" tersebut.

Detik-detik penyelamatan tim sepak bola remaja dan pelatih mereka yang hilang selama 9 hari di dalam goa, di Thailand. Mereka ditemukan pada Senin (2/7/2018). (Facebook/Thai Navy Seal) Detik-detik penyelamatan tim sepak bola remaja dan pelatih mereka yang hilang selama 9 hari di dalam goa, di Thailand. Mereka ditemukan pada Senin (2/7/2018). (Facebook/Thai Navy Seal)
Paul Auerbach dari sekolah kedokteran Universitas Stanford menyatakan, para remaja bisa saja mengalami gangguan stres pasca-trauma.

Gangguan ditandai dengan gejala seperti insomnia, mimpi buruk, suasana hati tidak enak, dan kesulitan konsentrasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Polemik Transisi Kekuasaan Mahathir, Anwar Ibrahim Minta Perdebatannya Dihentikan

Internasional
Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Singapura Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Alarm Kebakaran Menyala, 59 Penerbangan di Bandara Changi Terganggu

Internasional
Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Ludahi Pizza Pelanggan, Pria di Turki Terancam Dipenjara 18 Tahun

Internasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Internasional
Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Hadapi Virus Corona, Singapura Isolasi Pengunjung China yang Terkena Penumonia

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Kisah Pengantin Pesanan di China: Terpaksa Hamil agar Bisa Pulang ke Indonesia

Internasional
Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Pesawat Hercules C-130 Jatuh Saat Padamkan Kebakaran Hutan di Australia, 3 Orang Tewas

Internasional
Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X