Pelarangan Burka Diberlakukan di Denmark, 1 Wanita Didenda

Kompas.com - 04/08/2018, 13:09 WIB
Sejumlah demonstran memadati Kopenhagen, Denmark, setelah parlemen mengesahkan pelarangan penggunaan burka dan niqab di tempat umum. AFP via BBCSejumlah demonstran memadati Kopenhagen, Denmark, setelah parlemen mengesahkan pelarangan penggunaan burka dan niqab di tempat umum.

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Setelah resmi diberlakukan Rabu (1/8/2018), satu perempuan dilaporkan mendapat denda karena mengenakan burka di tempat umum di Denmark.

Dilansir AFP via The Guardian Sabtu (4/8/2018), awalnya polisi mendapat laporan adanya perkelahian di sebuah pusat perbelanjaan di Horsholm.

Saat itu, polisi bernama David Borchersen ada dua orang yang berkelahi di mana salah satu perempuan mencoba menarik burka.

Baca juga: Dianggap Tak Sesuai Budaya, Denmark Larang Penggunaan Burka

" Burka wanita itu sempat terlepas. Namun saat kami sampai ke lokasi kejadian, dia segera menutupnya," ujar Borchersen.

Polisi kemudian memberi tahu wanita 28 tahun tersebut dia bakal mendapat denda 1.000 kroner, atau sekitar Rp 2,2 juta.

Perempuan tersebut diberi pilihan untuk melepas burka-nya, atau tidak lagi berada di area publik. "Dia memilih yang kedua," terang Borchersen.

Wanita yang tak disebut identitasnya itu menjadi korban pertama sejak Parlemen Denmark mengesahkan pelarangan burka dan niqab di tempat umum awal 2018 ini.

BBC mewartakan, meski tak secara spesifik menyebut burka, aturan itu berbunyi "siapapun yang memakai kain menutupi wajahnya bakal didenda".

Denda 1.000 kroner diberlakukan jika baru satu kali melanggar. Namun bakal meningkat hingga 10.000 kroner, sekitar Rp 22,5 juta.

Rabu malam ketika peraturan itu diberlakukan, sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di Kopenhagen, dan memprotes menentang undang-undang kontroversial itu.

Para pegiat HAM menyebut peraturan itu merupakan bentuk pelanggaran terhadap cara berbusana pada perempuan dan diskriminatif.

Juru bicara bidang imigrasi Martin Henriksen berkata, pemerintah tidak melarang hak seseorang untuk bebas berbusana.

"Namun, parlemen menganggap burka dan niqab tidak sesuai dengan budaya Denmark, dan pondasi yang dibuat oleh masyarakat kami," kata Henriksen.

Baca juga: UU Anti-Burka, Pria Berkostum Maskot Hiu Pun Dikenai Sanksi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X