Kompas.com - 04/08/2018, 11:32 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018). AFP/ANDREW HARNIKMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (dua dari kanan) menyapa pejabat senior Korea Utara Kim Yong Chol (dua dari kiri) di Pyongyang, Jumat (6/7/2018). Kedatangan Pompeo adalah meminta detil komitmen denuklirisasi yang dicapai antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura (12/6/2018).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, meminta komunitas internasional mempertahankan tekanan kepada Korea Utara (Korut).

Pernyataan itu dia sampaikan setelah PBB mengeluarkan laporan bahwa Korut mendapatkan minyak ilegal untuk bahan bakar program nuklirnya.

Dilanasir AFP Sabtu (4/8/2018), dalam laporan setebal 62 halaman itu, Korut diduga melakukan pelanggaran untuk ekspor hasil laut, batu bara, dan biji besi.

Baca juga: Menlu AS Bakal Desak Negara ASEAN Terapkan Sanksi PBB pada Korut

Selain itu, beredar laporan bahwa Pyongyang masih melanjutkan membangun rudal, dan para pejabat tinggi di sana tak terpengaruh dengan sanksiitu.

Dalam pidatonya di Forum Regional ASEAN, Pompeo menekankan bahwa penting bagi negara lain untuk menerapkan sanksi PBB kepada Korut.

Sebab, hanya dengan tekanan itu, maka komitmen denuklirisasi yang dicanangkan oleh Korut bakal terlaksana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya harus mengatakannya di forum ini, dunia harus bersatu untuk dapat melihatnya (denuklirisasi) terjadi," tegas Pompeo.

Dia mengatakan terdapat laporan Rusia melakukan joint venture, dan memberikan visa kerja kepada warga Korut.

"Jika laporan tersebut akurat, maka jelas mereka (Korut) melakukan pelanggaran terhadap sanksi dari PBB," ulas Pompeo.

Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu menyatakan jika dunia bersatu, maka Pemimpin Korut Kim Jong Un bakal berkomitmen melakukannya.

Denuklirisasi merupakan salah satu dari bagian kesepakatan antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump saat bertemu di Singapura 12 Juni lalu.

Selain denuklirisasi, kesepakatan lain adalah Kim setuju menyerahkan kerangka tentara AS yang hilang saat Perang Korea 1950-1953.

Baca juga: Korut Bangun Rudal Balistik Baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.