China Ingin Gelar Latihan Militer Bersama Negara-negara ASEAN

Kompas.com - 03/08/2018, 18:13 WIB
Kru berjaga di atas kapal milik Angkatan Laut China. AFP / SOE THAN WINKru berjaga di atas kapal milik Angkatan Laut China.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mengusulkan kepada negara-negara Asia Tenggara untuk menggelar latihan militer bersama di wilayah Laut China Selatan.

Para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN telah bertemu dengan utusan China di Singapura, Kamis (2/8/2018), untuk membahas kode etik yang mengatur perilaku di wilayah perairan strategis itu.

Dalam salah satu usulannya, Beijing mengajak pada 10 negara anggota ASEAN untuk menggelar latihan militer bersama secara rutin.

Namun China ingin latihan militer bersama itu tidak melibatkan negara lain di luar wilayah Asia Tenggara.

"Kecuali pihak-pihak terkait telah diberitahu sebelumnya dan menyatakan tidak keberatan," tulis rancangan oleh Beijing tersebut dikutip AFP.

Baca juga: China Ikuti Latihan Militer Gabungan Bersama 26 Negara di Australia

Pakar menilai usulan untuk tidak melibatkan negara luar tersebut ditujukan kepada AS, yang telah mendominasi pengaruh di wilayah perairan Pasifik Barat dan Laut China Selatan.

"Dengan mengusulkan latihan militer bersama, China berusaha menunjukkan kepada dunia bahwa ASEAN dan China dapat bekerja sama dengan baik."

"Sehingga tidak perlu ada keterlibatan eksternal untuk masalah Laut China Selatan," kata Hoang Thi Ha, dari Pusat Studi ASEAN, ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura.

Selain mengusulkan untuk latihan militer bersama, Beijing juga ingin agar China dan ASEAN dapat menjalin kerja sama dalam eksplorasi minyak dan gas di wilayah perairan yang disengketakan.

Namun sekali lagi ditegaskan China, tanpa melibatkan perusahaan-perusahaan di luar negara-negara Asia Tenggara.

China telah mengklaim hampir sebagian besar wilayah Laut China Selatan hingga saling tumpang tindih dengan klaim perairan negara-negara Asia Tenggara.

Selain China, klaim atas wilayah perairan Laut China Selatan turut diajukan sejumlah negara-negara Asia Tenggara, yakni Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Vietnam menunjukkan oposisi yang paling kuat terhadap China dengan menyerukan agar negara itu menghentikan pembangunan pulau buatan dan mendirikan instalasi militer.

Puncaknya terjadi pada 2014, saat China memindahkan kilang minyaknya ke perairan yang juga diklaim oleh Vietnam.

Tetapi sikap oposisi negara-negara Asia Tenggara mulai mengendur. Pakar melihatnya terkait investasi China ke negara-negara tersebut ditambah kekhawatiran terhadap AS yang kini dipimpin Donald Trump.

Baca juga: Kirim Pesan untuk AS, Iran Gelar Latihan Militer Besar-besaran



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X