Kompas.com - 03/08/2018, 12:24 WIB
Tank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018. AFP / MENAHEM KAHANATank Israel terlihat berada di dekat perbatasan Suriah dengan dataran tinggi Golan yang diduduki militer Israel, pada Mei 2018.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengomentari positif klaim Presiden Suriah Bashar al-Assad bahwa mereka bakal mengakhiri perang saudara.

Dikutip Russian Today Kamis (2/8/2018), Lieberman berujar kemenangan Assad bisa menjamin keamanan Israel.

"Dari perspektif, kami, situasi saat ini seperti sebelum perang sipil. Berarti ada seseorang yang bertanggung jawab dan pemerintahan terpusat," ujar Lieberman.

Baca juga: Presiden Assad: Kemenangan dalam Perang Saudara Suriah Makin Dekat

Adapun pejabat senior anonim Israel memercayai kekhawatiran mereka soal isu Dataran Tinggi Golan bakal semakin berkurang.

"Saya percaya, isu tersebut juga masuk ke dalam perhatian Assad," tutur pejabat tersebut sebagaimana diwartakan Reuters.

Pernyataan Lieberman bertolak belakang dengan apa yang dia ucapkan pada 2016. Ketika itu, dia menyebut Assad sebagai "Tukang Jagal".

Hubungan antar-dua negara mengalami pasang surut selama beberapa dekade. Antara lain partisipasi Suriah dalam Perang Enam Hari 1967, atau ketika Israel merebut Golan.

Tensi mereka kembali bereskalasi saat Israel mengebom sejumlah infrastruktur militer di Suriah karena keberadaan Iran yang membonceng Damaskus.

Februari lalu, Israel melancarkan serangan udara setelah sehari sebelumnya mencegat sebuah drone Iran yang melintasi wilayah udaranya.

Pemerintah Suriah mengecam serangan udara itu sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan mereka serta semakin menyebarkan terorisme.

Damaskus juga menjelaskan bahwa mereka masih membutuhkan Iran untuk membantu mereka mengusir apa yang mereka sebut sebagai "kelompok teroris".

Insiden terbaru terjadi padsa Juli lalu di mana sistem rudal Isral dilaporkan menghancurkan jet tempur Suriah.

Adapun sebelumnya, Assad mengklaim rezimnya bakal mengakhiri perang sipil yang terjadi sejak 2011 setelah menguasai dua per tiga wilayah.

Baca juga: Israel Ancam Serang Iran jika Blokade Perairan Yaman



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X