Oposisi Zimbabwe Sebut Hasil Pemilu Penuh Rekayasa

Kompas.com - 03/08/2018, 09:32 WIB
Warga Zimbabwe mengantri di tempat pemungutan suara pada Senin (30/7/2018). Zimbabwe melaksanakan Pemilihan Umum pertama semenjak Robert Mugabe lengser setelah 37 tahun berkuasa pada November 2017.AFP via BBC Warga Zimbabwe mengantri di tempat pemungutan suara pada Senin (30/7/2018). Zimbabwe melaksanakan Pemilihan Umum pertama semenjak Robert Mugabe lengser setelah 37 tahun berkuasa pada November 2017.

HARARE, KOMPAS.com - Kelompok oposisi Zimbabwe mengecam hasil Pemilihan Umum ( Pemilu) yang memenangkan Petahana Emmerson Mnangagwa dan partainya, Zanu-PF.

Juru bicara Gerakan Perubahan Demokratik (MDC), Morgan Komichi, menyebut pemilu tersebut belum diverifikasi oleh mereka.

"Jadi, hasil pemilu itu penuh rekayasa," tutur Komichi di panggung pengumuman hasil akhir, dilansir AFP Kamis (2/8/2018).

Baca juga: Menang Tipis di Pemilu, Mnangagwa Jadi Presiden Terpilih Zimbabwe


Sebelum diturunkan paksa oleh polisi, Komichi mengatakan bahwa MDC bakal menggugat hasil pemilu itu ke pengadilan.

Senada dengan Komichi, Ketua MDC Nelson Chamisa berkata Zanu-PF melakukan tipuan di momen akhir penghitungan.

"Mereka sudah memanipulasi, menghancurkan hasil pemilu, dan mempermainkan rakyat. Kami tak bisa berdiam diri," tegas Chamisa.

Para peninjau dari Uni Eropa juga menyatakan bahwa mereka menemukan adanya praktik kecurangan di lapangan saat proses pemilihan.

Pada Senin (30/7/2018), Zimbabwe menggelar pemilu pertama setelah Robert Mugabe lengser pada 21 November 2017.

Proses penghitungan Rabu (1/8/2018) berubah menjadi petaka setelah pendukung MDC terlibat bentrok dengan otoritas keamanan.

Dilaporkan ada enam orang tewas akibat ditembak polisi, yang kemudian menuai kecaman dari peninjau Persemakmuran.

Ketua Komisi Pemilihan Zimbabwe, Priscilla Chigumba menyanggah tudingan oposisi bahwa pemilu telah dimanipulasi.

Mnangagwa menjadi pemenang setelah meraup 50,8 persen suara. Sedangkan Chamisa di urutan kedua dengan 44,3 persen.

Kemenangan presiden berjuluk "Buaya" itu disikapi negatif oleh beberapa rakyat Zimbabwe. Salah satunya adalah Emion Chitsate.

"Berarti nasib kami tidak akan berubah. Mereka adalah Zanu-PF yang sudah membawa Zimbabwe jadi seperti ini," keluhnya.

Baca juga: Bentrok Pemilu Zimbabwe Tewaskan 3 Orang, Presiden Salahkan Oposisi

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X