Kompas.com - 03/08/2018, 08:33 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang perempuan Rusia yang diduga sebagai mata-mata bekerja di kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskwa, selama lebih dari satu dekade.

Laporan tersebut diungkap oleh The Guardian, seperti dikutip dari CNN dan The Telegraph, Kamis (2/8/2018).

Pekerjaan perempuan tersebut di Kedubes AS memungkinkan dia mengakses materi rahasia, termasuk agenda presiden dan wakil presiden.

Kecurigaan berawal pada 2016, saat pemeriksaan regular oleh kantor keamanan regional Kementerian Luar Negeri AS.

Baca juga: Moskwa Desak AS Bebaskan Perempuan Rusia yang Dituduh Menjadi Mata-mata

Kantor keamanan menemukan perempuan tersebut mengadakan pertemuan rutin dan tidak resmi dengan anggota Dinas Rahasia Rusia (FSB).

"Kami menemukan mereka semua berbicara dengan FSB, tapi dia yang memberi mereka informasi lebih banyak dari yang seharusnya," kata seorang pejabat senior.

Kantor keamanan regional memperingatkan kedubes AS di Moskwa pada Januari 2017 dan perempuan itu diberhentikan musim panas lalu setelah tertangkap basah.

Kendati perempuan tersebut memiliki akses intranet dan sistem e-mail Secret Service, namun pihak terkait meyakini hal itu tidak menjadi isu keamanan nasional.

"Dia tidak punya akses informasi yang sangat rahasia," ungkap pejabat AS secara anonim.

Di sisi lain, Kemenlu AS menolak berkomentar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.