Kompas.com - 02/08/2018, 17:06 WIB
|

MELBOURNE, KOMPAS.com - Joan Ford (86), seorang penghuni panti jompo di Melbourne, Australia mendapatkan masalah di hari tuanya.

Dia baru saja mendapat tagihan listrik sebesar 2.584 dolar atau sekitar Rp 25 juta dari sebuah perusahaan listrik yang tampaknya mendaftarkan dia sebagai pelanggan.

Joan tinggal di panti jompo View Hills Manor dan keluarganya membayar semua kebutuhannya di tempat itu termasuk biaya listrik.

Baca juga: Telat Bayar Tagihan, Listrik Stadion Piala Super Spanyol Dipadamkan

Namun pada Juni lalu, keluarga Joan menemukan tagihan dari perusahaan 1st Energy sebesar 1.384 dolar untuk pemakaian listrik bulan Mei.

Tagihan listrik itu malah dialamatkan ke nomor kamar tempat tinggal Joan di panti jompo.

Menantu Joan, Mark Matthys mengatakan, dirinya curiga mertuanya itu ditelepon staf pemasaran perusahaan listrik dan tanpa sadar mendaftar sebagai pelanggan.

"Mertuaku penghuni panti jompo, tidak memiliki rumah," ujar Matthys kepada ABC.

"Bagaimana mungkin mendaftarkan pelanggan listrik bagi seseorang yang tidak punya sesuatu untuk ditagih," katanya.

Akhirnya keluarga ini menghubungi 1st Energy dan mendapatkan informasi bahwa permasalahan telah diselesaikan.

Ternyata, Joan masih menerima dua surat peringatan, ditelepon penagih utang, serta dikirimi tagihan baru dengan total 2.584 dolar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.