Kompas.com - 02/08/2018, 16:22 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Presiden Israel, Reuven Rivlin, dikabarkan bakal melakukan protes terhadap peraturan kontroversial yang baru saja disahkan.

Aktivis penentang hukum Negara-Bangsa Yahudi itu, Dr Thabet Abu Rass, mengatakan Rivlin bakal menandatangani peraturan itu dengan bahasa Arab.

Rass mengatakannya setelah dia sempat berbicara dengan Rivlin dalam pertemuan komunitas minoritas Bedouin Senin (30/7/2018).

Baca juga: Parlemen Israel Sahkan Hukum Negara-Bangsa Yahudi

Dilansir Newsweek Rabu (1/8/2018), Rass mengklaim bahwa Rivlin tidak bisa menolak untuk menandatangani peraturan yang disahkan 19 Juli itu.

"Jika saya menolak, saya harus mengundurkan diri. Namun, saya bakal menandatanganinya dalam bahasa Arab," kata Rass menirukan Rivlin.

Meski tidak ada tanggapan dari kantor kepresidenan atas klaim Rass, Rivlin sempat mengutarakan dukungannya dalam pertemuan minoritas itu.

"Saya tidak ragu mengatakan bahwa di mata hukum kalian setara. Dan saya ingin memastikan Anda juga merasa setara dalam segala hal," tutur Rivlin.

Meski merupakan anggota dari partai penguasa Likud, Rivlin dikenal sebagai politisi yang mendukung kesetaraan antara Palestina dan Israel.

Presiden 78 tahun itu fasih berbahasa Arab, di mana sang ayah, Yosef Yoel, yang menerjemahkan Al Quran ke bahasa Ibrani modern.

Dia bersama Jaksa Agung Avichai Mandelbit melunakkan aturan negara-bangsa Yahudi itu ketika pertama kali dipromosikan pada 2011.

Hukum yang disahkan dengan perbandingan suara 62-55 itu menjadi polemik karena menetapkan Ibrani sebagai bahasa resmi.

Bahasa Arab yang sebelumnya merupakan bahasa resmi, mendapat "status khusus", dan masih boleh digunakan di institusi pemerintahan.

Selain itu, undang-undang tersebut juga menegaskan bahwa keseluruhan Yerusalem merupakan ibu kota dari Israel.

Akibat hukum itu, sejumlah perwira militer dari kalangan minoritas mengumumkan pengunduran diri karena merasa menjadi warga kelas dua.

Baca juga: Israel Sahkan Peraturan Kontroversial, Tentara Non-Yahudi Mundur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.