Biografi Tokoh Dunia: Elizabeth Blackwell, Perempuan Dokter Pertama Era Modern

Kompas.com - 02/08/2018, 15:59 WIB
Elizabeth Blackwell. (Library of Congress via Britannica) Elizabeth Blackwell. (Library of Congress via Britannica)

KOMPAS.com - Pada abad ke-19, perempuan jarang mendapat kesempatan untuk menjadi seorang dokter, tapi tidak bagi Elizabeth Blackwell.

Perempuan pertama di Amerika Serikat yang lulus dari sekolah kedokteran, Elizabeth Blackwell memperjuangkan partisipasi perempuan dalam profesi medis.

Dia juga mendirikan sekolah khusus kedokteran bagi kaum perempuan. Dengan mendobrak berbagai hambatan, dia membuka jalan bagi perempuan untuk memasuki dunia kedokteran.

Kehidupan awal

Lahir di dekat Bristol, Inggris, pada 3 Februari 1821, Blackwell merupakan anak ketiga dari 9 bersaudara. Ibunya bernama Hannah Lane dan ayahnya adalah Samuel Blackwell, seorang penyuling gula, Quaker, dan aktivis anti-perbudakan.

Beberapa saudara kandung Blackwell kelak menjadi orang yang juga dikenang atas sejumlah jasa-jasanya, termasuk Henry.

Dia merupakan pejuang anti-perbudakan terkenal dan pendukung hak pilih untuk perempuan. Henry menikah dengan aktivitas hak perempuan, Lucy Stone.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Corazon Aquino, Menumbangkan Diktator Filipina

Selain Henry, Emily Blackwell yang mengikuti jejak saudara perempuannya di bidang kedokteran.

Selanjutnya, adik ipar Blackwell, Antoinette Brown Blackwell ditahbiskan menjadi perempuan pertama yang menjadi menteri.

Pada 1832, keluarga Blackwell pindah ke AS dan menetap di Cincinnati, Ohio. Kemudian, enam tahun berikutnya ayahnya meninggal dunia.

Sang ayah meninggalkan keluarganya tanpa uang sepeser pun ketika masa krisis keuangan nasional. Elizabeth, ibunya, dan dua kakak perempuannya bekerja bekerja pada profesi mengajar yang didominasi oleh perempuan.

Blackwell terinspirasi untuk mendalami bidang pengobatan setelah mengetahui seorang temannya sekarat.

Teman tersebut menyatakan, cobaan yang menimpanya akan lebih baik seandainya dia memiliki seorang dokter wanita.

Elizabeth Blackwell menjadi perempuan pertama di Amerika Serikat yang lulus dari sekolah kedokteran dan menerima gelar Doctor of Medicine. (Bettmann/Corbis via Britannica) Elizabeth Blackwell menjadi perempuan pertama di Amerika Serikat yang lulus dari sekolah kedokteran dan menerima gelar Doctor of Medicine. (Bettmann/Corbis via Britannica)
Pada saat itu, kebanyakan hanya dokter laki-laki. Ada sedikit beberapa fakultas kedokteran dan tidak ada yang menerima perempuan, meski ada juga perempuan yang magang dan menjadi dokter tanpa izin.

Pencapaian historis

Pada usia 20-an tahun, Blackwell ingin mengejar karier dalam bidang pengobatan. Namun, jalan menjadi seorang dokter tidaklah mudah.

Seperti sebagian perempuan lainnya, dia harus magang dengan seorang dokter sebelum diterima di Geneva Medical College pada 1847.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Hirohito, Kaisar Terlama di Jepang

Banyak yang menganggap masuknya Blackwell di perguruan tinggi kedokteran sebagai sebuah lelucon.

Blackwell tidak menyerah, justru dia semangat untuk menyelesaikan studinya. Dia dikucilkan oleh tenaga pendidik dan mahasiswa lainnya.

Menghadapi tantangan dengan teguh hati, pada akhirnya dia mendapatkan rasa hormat dari banyak teman-temannya.

Selanjutnya, dia menulis tesis doktornya mengenai demam tifus. Meraih peringkat pertama di kelasnya, Blackwell lulus pada Januari 1849, sehingga menjadi perempuan pertama yang menjadi dokter di era modern.

Pada April 1849, dia dinaturalisasi menjadi penduduk AS. Setelah itu, dia berkunjung ke Inggris untuk mendapat pelatihan lebih lanjut, dan pergi ke Paris untuk ikut kuliah bidan.

Di sana, dia mengidap penyakit mata menular yang membuatnya buta pada salah satu matanya. Dia terpaksa mengubur harapan menjadi seorang ahli bedah.

Setahun kemudian, dia kembali di Inggris dan bekerja di Rumah Sakit St Bartholomew di bawah pengawasan Dr James Paget.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Eva Peron, Pendorong Hak Politik Wanita

Keluarga Blackwell pada 1906. (The Schlesinger Library, Radcliffe Institute, Harvard University) Keluarga Blackwell pada 1906. (The Schlesinger Library, Radcliffe Institute, Harvard University)
Pada 1851, dia kembali ke New York, namun ditolak oleh berbagai rumah sakit dan klinik, dan bahkan tak dapat menyewa tempat untuk membuka konsultasi pribadi.

Praktik pribadinya sangat lamban berkembang, dan pada saat yang sama, dia menulis buku yang terbit pada 1852 berjudul The Laws of Life, with Special Reference to the Physical Education of Girls.

Woman's Medical College

Pada 1857, dia membuka RS New York untuk Perempuan dan Anak-anak bersama dengan saudara perempuannya Dr Emily Blackwell dan rekan kerjanya Dr Marie Zakrzewska.

Misinya termasuk menyediakan posisi untuk dokter perempuan.

Saat tur mengajar di Inggris, dia menjadi perempuan pertama yang menempatkan namanya pada daftar tenaga medis Inggris pada 1859.

Ketika perang saudara pecah pada 1861, dia mengorganisir lembaga untuk menyediakan dan melatih perawat untuk menjadi tim medis.

Pada November 1868, rencana yang sebagian besar dikonsultasikan bersama Florence Nightingale di Inggris membuahkan hasil dengan dibukanya Women's Medical College di New York.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Florence Nightingale, Perawat dan Bidadari Berlampu

Elizabeth Blackwell dan putrinya, Katherine Berry. (The Schlesinger Library, Radcliffe Institute, Harvard University) Elizabeth Blackwell dan putrinya, Katherine Berry. (The Schlesinger Library, Radcliffe Institute, Harvard University)
Blackwell menetapkan standar sangat tinggi untuk penerimaan, pelatihan akademis dan klinis, dan sertifikasi untuk perguruan tinggi, yang terus beroperasi selama 31 tahun.

Kembali ke Inggris

Setelah mendirikan perguruan tinggi, Elizabeth Blackwell kembali ke Inggris.

Dia membuka praktik sendiri yang sukses, membantu mengatur National Health Society pada 1871, dan pada 1875 diangkat sebagai profesor ginekologi di London School of Medicine for Women.

Blackwell memutuskan untuk tidak menikah. Namun, dia mengadopsi seorang imigran berusia 7 tahun pada 1854.

Anak bernama Katherine Berry itu selalu ikut bersamanya dan menjaganya sepanjang hidup Blackwell.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Malala Yousafzai, Melantang bagi Pendidikan Anak

Setiap musim panas dia berlibur di Kilmun, sebuah desa pantai di Holy Loch, Skotlandia. Pada 1907, ketika berusia 86, dia terjatuh ketika menuruni tangga dengan posisi kepala dulu saat berada di Kilmun. Peristiwa itu membuat fisik dan mentalnya menjadi kurang sempurna.

Pada usia 89 tahun, dia menghembuskan napas terakhirnya karena terserang stroke. Dia wafat di rumahnya di Hastings, 31 Mei 1910 . Sesuai dengan keinginannya, abunya dikubur di pemakaman Gereja St Munn's Parish, di Kilmun.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X