Hakim AS Larang Publikasi Senjata Api yang Bisa "Dicetak"

Kompas.com - 01/08/2018, 12:00 WIB
Ilustrasi Senjata Api 3 Dimensi ThinkstockIlustrasi Senjata Api 3 Dimensi

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat ( AS) melarang penyebarluasan cetak biru senjata api 3 dimensi yang bisa dicetak.

Larangan itu muncul setelah perusahaan pembuat senjata 3D itu mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dilansir Sky News Rabu (1/8/2018), komponen senjata itu bakal dibuat dari plastik alih-alih tinta menggunakan printer 3D.

Baca juga: Trump Kaji Kemungkinan Warga AS Dapat Mencetak Senjata Sendiri


Defense Distributed sebagai pembuat senjata 3D mencapai kesepakatan pada Juni lalu agar cetak biru senjata api itu bisa diunduh yang dimulai pekan ini.

Bermodalkan printer 3D, seseorang bisa mencetak senjata api yang tidak akan terdeteksi mesin detektor logam maupun dilacak lisensinya.

Dikutip Washington Post, Hakim Robert Lasnik menyatakan bahwa terdapat pelanggaran serius akan Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Masalah itu bakal dibahas dalam sidang 10 Agustus mendatang di Seattle. "Untuk sementara, dilarang memposting instruksi membuat senjata 3D," tegas Lasnik.

Selain Lasnik, sejumlah politisi dan jaksa juga menyuarakan penolakan terhadap senjata yang diciptakan aktivis asal Texas, Cody Wilson.

Antara lain Senator Alaska anggota Partai Republik, Lisa Murkowski. "Meski saya mendukung Amandemen Kedua, ini jelas tidak benar," ujarnya di Twitter.

Jaksa Washington Bob Ferguson berniat mendesak Kementerian Luar Negeri agar mengubah pikiran soal "senjata hantu" tersebut.

"Senjata ini ada kemungkinan bisa jatuh ke tangan orang yang punya catatan kriminal, penyakit kejiwaan, maupun usia belia," kata Ferguson.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X