Serangan Bersenjata di Gedung Pemerintahan Afghanistan, 15 Orang Tewas

Kompas.com - 31/07/2018, 23:35 WIB
Pasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di kota Farah yang baru saja direbut dari kelompok milisi Taliban pada 19 Mei 2018. Pemerintah Afghanistan telah memulai gencatan senjata sepihak dengan Taliban selama sepekan ke depan sejak Selasa (12/6/2018). AFP / HAMEED KHANPasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di kota Farah yang baru saja direbut dari kelompok milisi Taliban pada 19 Mei 2018. Pemerintah Afghanistan telah memulai gencatan senjata sepihak dengan Taliban selama sepekan ke depan sejak Selasa (12/6/2018).

JALALABAD, KOMPAS.com - Ledakan bom bunuh diri dan serangan bersenjata yang dilancarkan kelompok gerilyawan menyasar sebuah gedung pemerintahan Afghanistan, Selasa (31/7/2018).

Akibat serangan tersebut, setidaknya 15 orang dilaporkan tewas, beberapa di antaranya bahkan sulit dikenali karena luka bakar yang cukup parah.

Serangan tersebut menargetkan kompleks Departemen Pengungsi dan Repatriasi. Sejumlah orang turut dilaporkan mengalami luka-luka.

"Serangan ke gedung pemerintahan tersebut dapat diatasi setelah melalui pertempuran selama lebih dari lima jam antara kelompok gerilyawan dengan pasukan keamanan," kata juru bicara gubernur provinsi Nangarhar, Attaullah Khogyani.

Baca juga: Bom Pinggir Jalan Hantam Bus di Afghanistan, 11 Tewas

Serangan tersebut bermula dari sebuah bom bunuh diri yang diledakkan dalam sebuah mobil di pintu masuk gedung. Saat itu, tengah berlangsung pertemuan antara perwakilan lokal dengan pihak pemberi bantuan asing.

Pada hari yang sama, sebuah bom yang dipasang di tepi jalan untuk menyerang konvoi pasukan keamanan justru dilindas oleh bus sarat penumpang. Menyebabkan 11 orang meninggal dunia.

Serangan bom tersebut terjadi di distrik Bala Balik di provinsi Farah sekitar pukul 04.30 waktu setempat. Demikian diberitakan AFP.

Khogyani mengatakan dua orang yang menyerbu ke dalam gedung dapat dilumpuhkan oleh pasukan keamanan.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut, namun Pemerintah Afghanistan menuduh Taliban berada di balik kedua insiden serangan itu.

Meski demikian, Taliban melalui pesan aplikasi yang dikirimkan kepada wartawan membantah telah melancarkan serangan pada hari itu.

Kota Jalalabad telah menjadi tempat berbagai serangan dalam beberapa bulan terakhir yang menewaskan puluhan orang, sementara pasukan AS dan Afghanistan terus menyerang kelompok militan.

Baca juga: Perwakilan AS Bertemu Taliban Bahas Perdamaian Afghanistan



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X