Kompas.com - 31/07/2018, 15:33 WIB
Kaisar Hirohito (United States Library of Congresss Prints and Photographs via Wikipedia) Kaisar Hirohito (United States Library of Congresss Prints and Photographs via Wikipedia)

KOMPAS.com - Pada Agustus 1945, bom atom yang mengguncang Hiroshima dan Nagasaki di Jepang membuat Kaisar Hirohito menyudahi gemingnya.

Dia mengumumkan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Keputusannya itu menjadikannya figur yang kontroversial.

Berkuasa antara 1926 hingga 1986, Kaisar Hirohito merupakan penguasa monarki terlama dalam sejarah kekaisaran "Negeri Matahari Terbit".

Kehidupan awal

Michinomiya Hirohito lahir pada 29 April 1901 di Istana Aoyama, Tokyo. Dia merupakan putra sulung dari Putra Mahkota Yoshihito dan Putri Mahkota Sadako.

Mengikuti tradisi Jepang, dia harus hidup terpisah dari orangtuanya. Tidak dibesarkan oleh anggota keluarga, dia dikirim ke seorang pensiunan wakil laksamana Count Kawamur Sumiyoshi.

Kaisar Hirohito saat masih bayi pada 1902. (Public Domain via Wikipedia) Kaisar Hirohito saat masih bayi pada 1902. (Public Domain via Wikipedia)
Saat itu, usianya masih 70 hari. Selanjutnya, dia menempuh pelajaran di institut khusus untuk membentuk dia sebagai kaisar selanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mohammad Reza Pahlavi, Raja Terakhir Iran

Hirohito secara resmi menyandang gelar sebagai putra mahkota pada 2 November 1916 di usia 15 tahun.

Beberapa tahun kemudian, dia menjadi putra mahkota pertama Jepang yang bepergian keluar negeri, belajar, dan tur ke Eropa selama enam bulan.

Dia mengunjungi Inggris, Perancis, Belanda, Italia, dan Belgia.

Pada November 1921, dia kembali ke Jepang dan menjalankan tugas kenegaraan karena kesehatan ayahnya yang memburuk.

Ketika berusia 23 tahun, Hirohito menikahi Putri Nagako Kuni, sepupu jauh yang memiliki darah bangsawan. Secara total, keduanya kelak dikarunia 7 orang anak.

Kaisar Jepang

Hirohito menggantikan mendiang ayahnya pada 25 Desember 1926 sebagai kaisar. Dengan begitu, dia menjadi kaisar ke-124 Jepang.

Naiknya dia ke takhta tertinggi memulai rezim baru bernama "Showa" yang berarti perdamaian yang tercerahkan.

Dia secara resmi dinobatkan sebagai kaisar dalam sebuah upacara penobatan pada November 1928, berbarengan dengan Jepang yang sedang berjuang melawan krisis keuangan.

Ketika politik sedang bergejolak, dia tetaplah sosok yang lembut. Dia diketahui memiliki pengaruh terbatas atas militer dan politik.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Eva Peron, Pendorong Hak Politik Wanita

Pada Februari 1936, militer mulai memberontak sehingga mengakibatkan pembunuhan terhadap banyak pejabat publik, termasuk Perdana Menteri Inukai Tsuyoshi.

Serangan terus menerus terjadi dan merebut daerah di China oleh tentara Jepang menyebabkan Perang Sino-Jepang yang kedua pada 1937. Perang itu menewaskan 200.000 warga sipil dan tawanan perang.

Pada September 1940, dia menandatangani perjanjian dengan Nazi Jerman dan Fasis Italia melalui Pakta Tripartit, yang kemudian mengirim pasukannya merebut Indochina Perancis.

Pendudukan Jepang

Ketika pemerintahannya memutuskan bertempur melawan Amerika Serikat pada 1941, Kaisar Hirohito tidak menentangnya.

Pasukan Jepang membombardir dan menghancurkan 18 kapal di Pearl Harbor sehingga menewaskan sekitar 2.500 orang.

Setelah memerintahkan pengeboman Pearl Harbor pada 9141, Jepang berhasil menduduki Hindia Belanda, Papua Niugini, Filipina, Inggris Singapura, dan wilayah lainnya di Asia Tenggara dan Pasifik hingga Juni 1942.

Meski berupaya menghentikan pasukan AS pada Perang Dunia II, Jepang mendekati kekalahan pada pertengahan 1944.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Erno Rubik, Profesor Pencipta Teka-teki Kubus

Hirohito sempat disebut tak tertarik dengan keterlibatan Jepang dalam perang. Namun, sering kali dia difoto dengan seragam militer untuk menunjukkan dukungannya.

Hal tersebut masih menjadi kontroversi yang berkepanjangan tentang peran sejatinya dalam operasi militer Jepang.

Dalam foto yang diambil pada 1945 ini terlihat Jenderal Douglas MacArthur bersama dengan Kaisar Hirohito dari Jepang.AP Photo Dalam foto yang diambil pada 1945 ini terlihat Jenderal Douglas MacArthur bersama dengan Kaisar Hirohito dari Jepang.
Jepang menyerah

Pada 6 dan 9 Agustus 1945, AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Melalui siaran radio pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan menyerahnya pasukan Jepang. Ini pertama kalinya bagi seorang kaisar berbicara kepada rakyat melalui radio.

Hirohito menyudahi masa heningnya sebagai seorang kaisar. Jepang menyerah tanpa syarat kepada pasukan Sekutu.

Jepang telah kehilangan 2,3 juta tentara dan sekitar 800.000 warga sipil dalam Perang Dunia II.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Giorgio Armani, Perancang Busana Kelas Dunia

Komandan Sekutu Jenderal Douglas MacArthur dikirim ke Jepang untuk mengawasi pemulihan negara itu.

Banyak yang menghendaki Hirohito diadili sebagai penjahat perang, namun MacArthur menawarkan penerapan konstitusi baru di Jepang dengan meniadakan "keilahian" kaisar.

Presiden AS ke-40 Ronald Reagan dan Ibu Negara AS Nancy Reagan berdiri bersama dengan Kaisar Hirohito. (White House Photographic Office via Wikipedia) Presiden AS ke-40 Ronald Reagan dan Ibu Negara AS Nancy Reagan berdiri bersama dengan Kaisar Hirohito. (White House Photographic Office via Wikipedia)
Dengan demikian, Hirohito menjadi pemimpin demokrasi, yang akhirnya mencapai stabilitas politik dan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Hirohito melakukan beberapa tur di seluruh negeri selama 1945 hingga 1951 dan membantu membangun kembali citra diplomatik Jepang.

Kesehatan memburuk

Dia harus menjalani operasi pankreas karena masalah kesehatan pencernaan pada September 1987.

Kesehatannya mulai memburuk akibat pendarahan internal pada September 1988.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Catherine II, Kaisar Perempuan Rusia

 

Kaisar Hirohito menghembuskan nafas terakhir pada 7 Januari 1989. Dia wafat pada usia 87 tahun.

Dia digantikan oleh putranya, Akihito, pada November 1990.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.