Baru Bebas dari Penjara, Anggota Pussy Riot Kembali Ditangkap Polisi

Kompas.com - 31/07/2018, 08:19 WIB
Seorang penyusup yang diklaim merupakan anggota band Pussy Riot berlari di belakang penyerang muda timnas Perancis, Kylian Mbappe, pada laga final Piala Dunia di Stadion Luzhniki, Moskwa, Minggu (15/7/2018). Pussy Riot merupakan band yang dikenal sebagai anti-Putin. AFP/MLADEN ANTONOVSeorang penyusup yang diklaim merupakan anggota band Pussy Riot berlari di belakang penyerang muda timnas Perancis, Kylian Mbappe, pada laga final Piala Dunia di Stadion Luzhniki, Moskwa, Minggu (15/7/2018). Pussy Riot merupakan band yang dikenal sebagai anti-Putin.

MOSKWA, KOMPAS.com - Kepolisian Rusia pada Senin (30/7/2018) kembali menahan empat anggota kelompok musik punk Pussy Riot, setelah mereka dibebaskan dari tahanan.

Sebelumnya, mereka menjalani hukuman penjara selama 15 hari karena menyusup ke lapangan dalam laga final Piala Dunia di Moskwa.

Laporan dari jurnalis AFP menyebutkan, Veronika Nikulshina, Olga Kuracheva, dan Olga Pakhtusova masih merayakan pembebasan mereka, sebelum akhirnya dibawa masuk ke mobil polisi beberapa detik kemudian.

Tidak ada penjelasan yang diberikan kepada wartawan mengenai hal tersebut.

Sementara itu, anggota Pussy Riot lainnya, Pyotr Verzilov, yang sudah dibebaskan dari pusat penahanan Moskwa yang berbeda menyatakan dia kembali ditahan oleh polisi.

Dalam kicauannya di Twitter, Verzilov mengaku dibawa ke kantor polisi yang berada di samping stadion Luzhniki.

"Mereka (polisi) menyatakan akan menahan kami untuk semalam," cuitnya.

Sementara itu, Pakhtuvosa mengunggah sebuah video dari dalam mobil polisi. Dia mengatakan, pihak berwenang menuduh kelompoknya telah melanggar hukum dalam pertemuan umum.

"Tepat di pintu keluar pusat penahanan, mereka menuduh kami melanggar undang-undang 20.2 tentang pertemuan umum," katanya.

"Mereka tidak mengatakan apa pun, mereka hanya menempatkan kami di sebuah mobil dan membawa kami," imbuhnya.

Baca juga: Gagal Cegat Pussy Riot, Petugas Keamanan Final Piala Dunia Diberi Sanksi

Sebelumnya, pengadilan Moskwa memvonis mereka selama 15 hari dan melarang mereka mengunjungi acara olahraga selama tiga tahun.

Vonis itu adalah buntut dari aksi mereka berlari ke lapangan di Stadion Luzniki di Moskwa pada paruh kedua final Piala Dunia antara Perancis dan Kroasia.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mereka menyerukan sejumlah tuntutan termasuk membebaskan tahanan politik dan mengakhiri penangkapan pada aksi unjuk rasa damai.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X