Trump Bersedia Bertemu Pemimpin Iran Kapan Saja dan Tanpa Prasyarat

Kompas.com - 31/07/2018, 07:24 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di Manchester, New Hampshire, AS, Senin (19/3/2018). AFP/MANDEL NGANPresiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di Manchester, New Hampshire, AS, Senin (19/3/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, bersedia untuk bertemu pemimpin Iran tanpa prasyarat dan kapan saja.

Pernyataannya itu dia lontarkan sepekan setelah memperingatkan Iran dengan sanksi berat dari AS.

"Saya akan bertemu dengan Iran jika mereka ingin bertemu. Saya belum tahu apakah mereka sudah siap," katanya pada konferensi pers bersama Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte di Gedung Putih, seperti dikutip dari AFP, Senin (30/7/2018).

"Tidak ada prasyarat," ucapnya.


Baca juga: Ketika Trump dan Menlu Iran Terlibat Tweet-War

"Mereka ingin bertemu, saya mau, kapan pun yang mereka inginkan. Ini baik untuk negara, untuk mereka, untuk kita, dan untuk dunia," imbuhnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjelaskan mengenai "tidak ada prasyarat" dengan menetapkan tiga langkah yang harus diambil Iran sebelum perundingan kedua negara berlangsung.

"Presiden ingin bertemu untuk memecahkan masalah jika Iran menunjukkan komitmen dengan membuat perubahan mendasar dalam cara mereka memperlakukan rakyat mereka sendiri," katanya.

Dua langkah lainnya adalah Iran mesti mengurangi perilaku memfitnah, dan menyetujui perjanjian nuklir sesungguhnya untuk mencegah kegiatan penyebarluasan senjata atau proliferasi.

"Setelah itu, presiden siap untuk duduk dan berbicara dengan Iran," ujar Pompeo.

Seperti diketahui, Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani terlibat dalam perseteruan melalui peringatan-peringatan lisan. Rouhani menyebut konflik dengan Iran dapat menjadi pemicu segala perang di dunia.

Baca juga: Rouhani Sebut Konflik dengan Iran Bisa Menjadi Sumber Segala Perang

Trump membalasnya dengan mengeluarkan ancaman melalui kicauan di Twitter yang diketik dalam huruf kapital.

"Jangan pernah mengancam AS lagi, atau Anda akan menanggung akibatnya," kicau Trump.

"Kami bukan negara yang bakal tunduk dengan setiap kata-kata Anda yang kasar dan penuh kekerasan. Berhati-hatilah," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X