Warga Zimbabwe Beri Suara dalam Pemilu dengan Dinaungi Harapan

Kompas.com - 30/07/2018, 19:55 WIB
Warga Zimbabwe mengantri di tempat pemungutan suara pada Senin (30/7/2018). Zimbabwe melaksanakan Pemilihan Umum pertama semenjak Robert Mugabe lengser setelah 37 tahun berkuasa pada November 2017.AFP via BBC Warga Zimbabwe mengantri di tempat pemungutan suara pada Senin (30/7/2018). Zimbabwe melaksanakan Pemilihan Umum pertama semenjak Robert Mugabe lengser setelah 37 tahun berkuasa pada November 2017.

HARARE, KOMPAS.com - Senin ini (30/7/2018), rakyat Zimbabwe melaksanakan hajatan demokrasi terbesar, yakni Pemilihan Umum Presiden ( Pemilu).

Pemilu tersebut menjadi yang pertama sejak Robert Mugabe mengundurkan diri setelah hampir 37 tahun berkuasa.

BBC memberitakan, antrian panjang terbentuk dalam pemilihan antara Presiden Petahana Emmerson Mnangagwa dengan rivalnya, Nelson Chamisa.

Baca juga: Muncul Sehari Sebelum Pemilu, Mugabe Serukan Warga Tak Pilih Eks Partainya


Harapan menaungi pemilih di desa Domboshawa yang berjarak satu jam perjalanan dengan mobil dari Harare.

Salah satu pemilih yang identitasnya tak disebutkan berujar, dia mempunyai firasat bagus tatkala memberikan suaranya.

"Pemilu kali ini terasa berbeda. Sebab, tidak ada kekerasan. Biasanya itu adalah pertanda bagus," ujar pemilih anonim itu.

Dia melanjutkan setelah selesai memberi suaranya, siapapun yang menang nanti, harus menempatkan Zimbabwe sebagai prioritas utama.

"Kami sudah terlalu lama menderita," harap pemilih anonim itu seraya berjalan pulang dari tempat pemungutan suara.

Tidak hanya pemilih tersebut. Warga desa Domboshawa juga diliputi semangat tinggi dengan BBC melaporkan mereka saling bercanda.

Sementara itu, Chamisa berkicau di Twitter bahwa Komisi Pemilu Zimbabwe (ZEC) sengaja menghambat pemungutan suara di daerah yang diklaim banyak pendukungnya.

Hak para pemilih tidak bisa tersalurkan karena penundaan yang tidak ada perlu ini," kecam Chamisa dikutip dari Reuters.

Dalam kemunculan pertama sejak mundur pada Minggu (29/7/2018), Mugabe menolak untuk mendukung Mnangagwa, dan memilih menjagokan Chamisa.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Zimbabwe Sebut Pemilu Mendatang Akan Dicurangi

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X