Hari Ini dalam Sejarah: 30 Juli 1920, Jambore Pertama Pramuka Dunia

Kompas.com - 30/07/2018, 12:36 WIB
Para peserta dari berbagai negara dalam Jambore Pramuka Dunia pertama pada 30 Juli 1920.Histlo.com Para peserta dari berbagai negara dalam Jambore Pramuka Dunia pertama pada 30 Juli 1920.

KOMPAS.com - Hari Ini 98 tahun lalu, tepatnya 30 Juli 1920, Jambore Pramuka Dunia yang pertama digelar di Olympia, London, Inggris.

Jambore Pramuka Dunia merupakan pertemuan gerakan Pramuka di seluruh dunia untuk mengukuhkan Baden Powell sebagai pendiri dan pemimpin Kepanduan Pramuka.

Awal mula Pramuka

Pada 1907, seorang perwira militer Inggris, Baden Powell mengadakan acara perkemahan Kepanduan pertama di Kepulauan Brownsea, Inggris.

Acara itu merupakan langkah lanjutan untuk mempertahankan Kota Mafeking, Afrika Selatan dari gempuran tentara Boer.

Perkemahan tersebut diikuti 22 anak laki-laki yang bertugas membantu pihak militer seperti mengantar pesan ke berbagai anggota militer di kota tersebut.

Akhirnya, Baden Powell dan puluhan anak laki-laki itu bisa mempertahankan Kota Mafeking dari serangan musuh.

Kemudian, pihak militer memberikan apresiasi dengan memberikan lencana kepada anggota yang mengikuti perkembahan. Lencana ini bisa digunakan pada event Pramuka Internasional.

Cerita dari kegiatan Baden Powell dituliskannya dalam sebuah buku "Scouting For Boys" yang menjadi cikal bakal lahirnya gerakan Pramuka.

Setelah berdiri, Pramuka mendapat respons yang baik dari remaja usia 11-18 tahun. Anggotanya bertambah dan berkembang dengan cepat.

Organisasi Kepramukaan muncul setelah karya Powell tersebar ke berbagai negara yang dikhususkan untuk anak laki-laki.

Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London, pada 1910.

Parade tersebut menarik minat para remaja di Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja tertarik untuk bergabung dalam kegiatan Kepanduan.

Finlandia, Argentina, Denmark, Perancis, Jerman, Meksiko, India, Belanda, Russia, Amerika Serikat, dan Swedia sudah memiliki organisasi Pramuka.

Pada 1912, lahirlah organisasi Pramuka untuk perempuan "Girl Guides" atas inisiasi Agnes Baden Powell (adik Baden Powell).

Organisasi ini didirikan mengingat tingginya antusiasme perempuan yang mengikuti gerakan tersebut.

Perjalanan terus berkembang hingga berdiri organisasi Pramuka untuk anak usia siaga bernama CUB (anak serigala).

Pada 1918, terbentuklah gerakan Pramuka yang diperuntukkan bagi remaja usia 17 tahun ke atas dengan nama "Rover Scout".

Jambore pertama Pramuka 

Setelah berbagai percabangan Pramuka terbentuk mulai dari anak 11-17 tahun, maka timbullah sebuah gagasan untuk menyatukan gerakan ini dalam satu tempat.

Pada 30 Juli 1920, pertemuan gerakan Pramuka dari seluruh dunia digelar di Inggris, dengan dihadiri sekitar 8.000 orang pandu perwakilan dari 34 negara.

Selain untuk menyatukan visi dan misi mengenai gerakan Pramuka dunia, acara jambore ini juga memproklamirkan Baden Powell sebagai pemimpin dan pendiri Pramuka Dunia (Chief Scout of The World).

Para pandu yang datang pada Jambore tersebut mendirikan kemah di bangunan beratapkan kaca seluas 24.000 meter persegi.

Pada tahun yang sama, dibentuklah Dewan Internasional organisasi Pramuka yang beranggotakan 9 orang.

Setelah acara itu, Jambore Dunia Pramuka terus diselenggarakan hingga saat ini.

Tercatat pada 1924 dilakukan Jambore II di Ermelunden, Denmark, Jambore III tahun 1933 di Birkenhead, Inggris dan terakhir tahun 2015 Jambore XXIII di Kirarahama, Jepang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Hal yang Perlu Dilakukan bila Ketemu Sarang Tawon Vespa Affinis

Hal yang Perlu Dilakukan bila Ketemu Sarang Tawon Vespa Affinis

Megapolitan
Miliarder Michael Steinhardt Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Miliarder Michael Steinhardt Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Internasional
Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Selesai Diuji, LRT Jakarta Tunggu Sertifikat dari Kemenhub untuk Ajukan Izin Operasi

Megapolitan
Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Prabowo Singgung Tuduhan Kepadanya, Mulai dari Radikal hingga Zionis

Nasional
Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Hilang sejak Januari, Seorang Blogger Vietnam Ternyata Dipenjara di Hanoi

Internasional
KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

KPU Batalkan Keikutsertaan Partai Berkarya di 2 Kabupaten, Ini Kata Priyo Budi

Nasional
Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Tanya Alamat, Seorang Pria Ditodong Golok dan HP Dirampok Pedagang Asongan di Tanjung Duren

Megapolitan
Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Kisah Taufik, Bocah Disabilitas dari Lombok yang Jadi Pahlawan Warga Malaysia

Regional
7 Fakta Hasil Survei Litbang 'Kompas', Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

7 Fakta Hasil Survei Litbang "Kompas", Unggul di Wilayah Basis hingga Soal Militansi Pendukung

Regional
Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Tawon Vespa Affinis yang Tewaskan Warga Klaten Muncul di Jakarta, Ini Penjelasannya...

Megapolitan
Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Upaya RSJ dan KPU agar Pemilu bagi Pasien Gangguan Jiwa Bebas Intervensi

Regional
Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Antisipasi Banjir di Bantul, Sri Sultan HB X Wacanakan Bangun Embung

Regional
MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

MK Segera Gelar Uji Materi soal Surat Suara untuk Pemilih Pindah TPS

Nasional
Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Mengaku Punya Penyakit, Romahurmuziy Minta Berobat di Luar KPK

Nasional
Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan

Close Ads X