Trump Ancam "Shutdown" jika Kebijakan Imigrasinya Tak Didukung

Kompas.com - 30/07/2018, 12:00 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara terkait insiden penembakan di sekolah Florida, di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Sebelumnya pada Rabu, 14 Februari, terjadi insiden penmbakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump berbicara terkait insiden penembakan di sekolah Florida, di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Sebelumnya pada Rabu, 14 Februari, terjadi insiden penmbakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang.

Jika Trump merealisasikan ancamannya, maka AS bakal mengalami shutdown untuk kali ketiga sepanjang 2018 ini.

Shutdown pertama terjadi ketika Trump baru merayakan satu tahun pertamanya menjadi presiden karena Demokrat dan Republik berselisih paham soal migran anak.

Kemudian shutdown kedua terjadi pada Februari tatkala Senator asal Kentucky, Rand Paul, memveto APBN AS.

Dalam pidatonya jelang pemungutan saat itu, Paul menyatakan selama ini Republik selalu mengkritik anggaran yang diajukan mantan Presiden Barack Obama.

Baca juga: Setahun Pertama Trump, AS Terancam Shutdown

Namun, mereka diam saja ketika Trump mengajukan anggaran yang sama besarnya. Bujet bisa semakin meningkatkan utang AS menjadi 20 triliun dolar AS.

"Bukankah, ini yang merupakan definisi dari kemunafikan?" kecam Paul. "Saya tidak bisa diam saja ketika melihat partai saya mendukung hal ini," lanjutnya.

Dalam kicauannya di Twitter, Paul mengatakan bahwa menginginkan AS menjadi negara terkuat.

"Namun, Anda harus menanyakan kepada diri Anda, apakah defisit 20 triliun dolar AS membuat kita menjadi negara terkuat, atau terlemah," tutur Paul.

Untuk mengantisipasi ancaman Trump, Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengumumkan mereka bakal menangguhkan reses mereka di Agustus.

McConnell berkata pada Juni mereka membutuhkan tambahan waktu untuk membahas anggaran yang diajukan rezim Trump.

Senator Ron Johnson berujar shutdown tidak akan membantu Republik jelang pemilu legislatif November nanti.

"Saya tidak berpikir pemerintah bakal melakukannya. Jadi, biarkami kami mencoba untuk menghindarinya," kata Johnson dilansir CBS.

Baca juga: Karena 1 Senator, AS Kembali Shutdown

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X