Trump Ancam "Shutdown" jika Kebijakan Imigrasinya Tak Didukung

Kompas.com - 30/07/2018, 12:00 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara terkait insiden penembakan di sekolah Florida, di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Sebelumnya pada Rabu, 14 Februari, terjadi insiden penmbakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump berbicara terkait insiden penembakan di sekolah Florida, di Ruang Penerimaan Diplomatik Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (15/2/2018). Sebelumnya pada Rabu, 14 Februari, terjadi insiden penmbakan di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, yang menewaskan 17 orang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman jelang tenggat waktu anggaran yang bakal habis September nanti.

Dilansir CNN Minggu (29/7/2018), Trump mengancam bakal membekukan sementara pemerintahannya ( shutdown) melalui kicauan di Twitter.

Ancaman itu dilontarkan jika dia tidak mendapat dukungan dari kebijakan imigrasi seperti pembangunan tembok perbatasan.

Baca juga: Trump: Kalau Kita Tidak Mengubahnya, Lebih Baik Shutdown

Dalam kicauannya, Trump menyatakan bakal melakukan shutdown jika Demokrat tak menyingkirkan hukum imigrasi seperti Lottery, Catch & Release.

"Sudah saatnya diberlakukan hukum imigasi yang pantas! Kami butuh orang hebat untuk datang ke AS!" ujar Trump du Twitter.

Sejak berkuasa pada Januari 2017, Trump sudah sering mengancam bakal membekukan pemerintahan jika tembok di selatan AS tak didukung.

Pada Mei lalu, presiden 72 tahun itu sudah menyatakan bakal "menutup AS untuk sementara" jika Kongres tidak mendukung rencananya.

"Mereka (Kongres) tidak ingin tembok pembatas. Saya rasa kami bakal mendapatkannya jika harus menutup negara untuk sementara," ungkapnya.

Maret, Kongres menyetujui pengeluaran pemerintah hingga September yang hendak diveto Trump karena tak memuat pembangunan tembok.

Meski akhirnya menyetujui, presiden ke-45 AS itu menyuarakan ketidaksenangannya terhadap Kongres. "Saya tidak akan pernah lagi meneken lagi anggaran seperti ini," ancamnya.

Jika Trump merealisasikan ancamannya, maka AS bakal mengalami shutdown untuk kali ketiga sepanjang 2018 ini.

Shutdown pertama terjadi ketika Trump baru merayakan satu tahun pertamanya menjadi presiden karena Demokrat dan Republik berselisih paham soal migran anak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X