Kompas.com - 30/07/2018, 08:08 WIB

RIYADH, KOMPAS.com - Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi, Minggu (29/7/2018), mengklaim telah menghancurkan situs peluncuran rudal balistik milik pemberontak Houthi di Yaman.

Situs peluncuran tersebut diyakini merupakan tempat bagi pemberontak Houthi menembakkan rudalnya yang mengarah ke wilayah Kerajaan Saudi.

Melalui pernyataan dalam stasiun televisi yang dikelola pemerintah Saudi, Al Ekhbariya TV, koalisi mengatakan telah menghancurkan situs peluncuran rudal balistik milik milisi Houthi yang berada di Saada, sebuah provinsi di Yaman utara yang berbatasan dengan Arab Saudi.

Baca juga: Koalisi Saudi Gelar Operasi Militer untuk Paksa Houthi Berunding

Tindakan penghancuran situs peluncuran tersebut sebagai wujud peringatan keras koalisi kepada kelompok Houthi yang tidak mengizinkan milisi tersebut membangun kekuatan militer.

"Koalisi tidak akan mengizinkan milisi Houthi untuk membangun kemampuan militer yang dapat mengancam wilayah perairan regional," kata koalisi dalam pernyataannya, dilansir AFP.

Arab Saudi bersama sekutunya telah berjuang bersama dengan pemerintah Yaman untuk melawan kelompok Houthi yang didukung Iran dalam peperangan yang telah merenggut hampir 10.000 jiwa.

Aliansi pimpinan Arab Saudi telah mengintervensi perang di Yaman sejak tahun 2015 untuk mendukung pemerintah negara yang diakui secara internasional setelah pemberontak Houthi memaksa Presiden Abedrabbo Mansour Hadi keluar dari ibukota Sanaa.

Arab Saudi yang berbatasan dengan Yaman telah menjadi salah satu sasaran milisi Houthi.

Sepanjang tahun ini, intensitas serangan misil yang diluncurkan Houthi ke wilayah kerajaan Saudi terus mengalami peningkatan.

Pasukan pertahanan udara Saudi melaporkan telah berhasil mencegat hampir setiap rudal yang ditembakkan Houthi.

Serangan Houthi bahkan telah mulai menyasar kapal-kapal milik Arab Saudi.

Baca juga: Pemberontak Houthi Serang Kapal Tanker Minyak Saudi di Laut Merah

Hal itu menyebabkan pengekspor minyak mentah terbesar di dunia itu pekan lalu mengumumkan untuk menghentikan sementara pengiriman minyak melalui Selat Bab al-Mandab setelah serangan rudal Houthi pada kapal Aramco.

Selat tersebut yang menghubungkan Laut Merah ke Laut Arab merupakan bagian penting untuk minyak dan perdagangan dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.