Kompas.com - 27/07/2018, 23:24 WIB
Mohammad Reza Pahlavi, Raja Terakhir Iran. via The Famous PeopleMohammad Reza Pahlavi, Raja Terakhir Iran.

3. Nasionalisasi Minyak dan Kudeta 1953
Awal 1950-an, krisis politik menyeruak di Iran yang juga melibatkan Inggris serta Amerika Serikat (AS).

Semuanya berawal ketika Pahlavi mengangkat MOhammad Mosaddegh sebagai Perdana Menteri pada April 1951.

Mosaddegh sebelumnya berhasil mendapat dukungan dari Majlis (Parlemen) untuk melakukan nasionalisasi Perusahaan Minyak Anglo-Iranian (AIOC).

Baca juga: Garda Revolusi Iran Klaim Demo Anti-pemerintah Berakhir

Penutupan tersebut tidak saja menghentikan pasokan minyak untuk mendongkrak perekonomian Inggris, namun juga pengaruh mereka di Iran.

Aksi Mosaddegh menimbulkan konfrontasi yang membuat dua dinas rahasia Inggris-AS, CIA dan SIS, untuk bersatu menggulingkan Mosaddegh.

Mereka kemudian meminta Pahlavi menandatangani dekrit pemecatan Mosaddegh, dan mengangkat Jenderal Faziollah Zahedi sebagai penerus.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Operasi bernama Ajax kemudian dilakukan setelah melalui serangkaian persiapan yang matang. Namun, operasi itu menemui kegagalan.

Sebabnya dengan cerdik, Mosaddegh meminta Majlis untuk diizinkan mendapat kekuasaan langsung atas militer.

Kudeta yang gagal itu kemudian membuat Pahlavi melarikan diri ke Baghdad, Irak, kemudian Roma, Italia.

Ketika berada di Roma, seorang diplomat Inggris bertemu dengan Pahlavi yang lebih banyak menghabiskan waktunya di kelab malam.

Untuk membuatnya kembali meneruskan rencana kudeta, adiknya, Putri Ashraf, kemudian berbicara dengan sang kakak pada 29 Juli 1953.

Akhirnya, Pahlavi bersedia kembali ke Iran dan meneruskan rencana kudeta tersebut yang kemudian membuahkan hasil.

Mosaddegh kemudian ditangkap dan diadili. Atas pengampunan Pahlavi, hukumannya menjadi tiga tahun penjara, dan seumur hidup di pengasingan.

Baca juga: Jika Iran dan AS Berperang, Siapa yang Lebih Unggul?

4. Masa Pemerintahan Pahlavi
Di bawah kepemimpinan Pahlavi, Iran mulai memasuki masa "Revolusi Putih" dengan bantuan Negeri "Paman Sam".

Revolusi itu mencakup pembangunan jalan, jalur kereta, bandara, sejumlah proyek pembangunan bendungan dan irigasi.

Di 1970-an, rerata pertumbuhan ekonomi Iran sama dengan Korea Selatan (Korsel), Turki, hingga Taiwan, dan diprediksi bakal menjadi negara Dunia Pertama.

Salah satunya adalah perusahaan yang dikelola Khayami Bersaudara menjadi produsen mobil terbesar di Timur Tengah dengan 136.000 unit setiap tahun.

Di bawah kekuasaannya, Iran menjadi tempat yang toleran bagi kalangan minoritas, salah satunya adalah komunitas Yahudi.

Prestasi Pahlavi selain ekonomi adalah menumbuhkan kesadaran politik perempuan, serta meginstruksikan agar makanan bagi siswa di sekolah gratis.

Baca juga: AS Kemungkinan Serang Iran Bulan Depan

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X