Kompas.com - 27/07/2018, 20:18 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat memeriksa kesiapan para prajuritnya menjelang sebuah latihan militer. KCNA/ReutersPemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat memeriksa kesiapan para prajuritnya menjelang sebuah latihan militer.
|

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengangkat panglima angkatan bersenjata baru dalam lanjutan "reshuffle" para petinggi militer negeri itu.

Kantor berita KCNA mengabarkan, pejabat baru tersebut adalah Ri Yong Gil. Pejabat baru ini, menurut KCNA, sudah mendampingi Kim Jong Un saat ziarah ke taman makam pahlawan untuk memperingati 65 tahun gencatan senjata Perang Korea.

Kantor berita Reuters melaporkan, penunjukkan pejabat baru ini terjadi di saat Kim Jong Un sedang melakukan langkah-langkah diplomasi dengan AS usai pertemuan dengan Presiden Donald Trump.

Baca juga: Korut Kembalikan Kerangka Tentara AS, Trump: Terima Kasih, Kim Jong Un

Kim sebelumnya menggeser tokoh yang sama-sama memiliki ambisi nuklir dengan sosok loyalis yang siap mengikuti kebijakan barunya.

Selain panglima angkatan bersenjata, Kim juga menunjuk No Kwang Chol sebagai menteri pertahanan dan Jenderal Kim Su Gil sebagai direktur Biro Politik Umum.

Langkah ini bisa jadi merupakan bagian dari kebijakan baru Kim Jong Un dalam menunjukkan kesediaannya untuk mengubah kebijakan negeri itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tepat di hari peringatan berakhirnya Perang Korea, Presiden Trump memuji Kim Jong Un yang memutuskan untuk mengembalikan sisa jenazah yang diyakini sebagai sejumlah tentara AS yang tewas dalam perang itu.

Pekan lalu, sejumlah citra satelit yang dianalisa proyek pemanti Korea Utara, 38 North menunjukkan pembongkaran stasiun peluncuran satelit Sohae.

Meski demikian, KTT Singapura belum berhasil memproduksi sebuah kesepatakan konkrit sehingga menimbulkan keraguan di antara banyak pihak.

Sebab banyak pihak belum melihat serangkaian langkah Korea Selatan sebagai sebuah itikad menuju denuklirisasi Semenanjung Korea.

Baca juga: Kim Jong Un Ingin Tentara Korea Utara Konsumsi Makanan Bergizi

Peneliti lembaga riset Pusat Keamanan Amerika Baru, Duyeon Kim mengatakan, pembongkaran Sohae hanya merupakan sebuah langkah "simbolis" tetapi tidak bisa diverifikasi secara independen.

Duyeon mengatakan, pusat peluncuran satelit Sohae hanya digunakan untuk melakukan uji coba roket bermesin bahan bakar cair.

Dan, rezim Korea Utara sudah tidak menggunakan bahan bakar cair lagi untuk roket-roket buatan mereka.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.