Hari Ini dalam Sejarah: Penerbangan Jet Komersial Pertama di Dunia

Kompas.com - 27/07/2018, 16:17 WIB
De Havilland Comet, pesawat jet komersial pertama di dunia yang diluncurkan pada 27 Juli 1949. Via WikipediaDe Havilland Comet, pesawat jet komersial pertama di dunia yang diluncurkan pada 27 Juli 1949.

KOMPAS.com - Hari ini 69 tahun lalu, tepatnya 27 Juli 1949, pesawat dengan mesin jet komersial pertama di dunia melakukan penerbangan perdana.

Teknologi jet sudah dikembangkan Jerman pada perang dunia, yang kemudian digunakan untuk pesawat komersial ditandai dengan penerbangan De Havilland Comet dari Inggris.

De Havilland Comet menjadi pesawat jet komersial pertama setelah Perang Dunia II yang dikembangkan dan diproduksi oleh pabrikan De Havilland.

Awal mula

Pesawat tersebut merupakan rancangan Sir Geofrey de Havilland, seorang perancang dan perintis penerbangan asal Inggris.

Awalnya, de Havilland membuat dan merancang sepeda motor dan bus.

Ketika Wright bersaudara menemukan dan mengembangkan pesawat terbang untuk pertama kalinya pada 1908, de Havilland memutuskan untuk mengembangkan industrinya.

Wright bersaudara telah mengembangkan industri penerbangannya dengan membuat pesawat terbang layang bersayap.

Penerbangannya diujicobakan di Pantai Kitty hawak, North Carolina.

Melihat semakin berkembangnya industri pesawat, de Havilland membuat pesawatnya sendiri. Pada 1910, de Havilland telah berhasil membuat dan merancang pesawat.

De Havilland Aircraft Company Limited didirikan di London Utara pada 1920.

Perusahaan tersebut membuat dan memproduksi beberapa jenis pesawat dan diterbangkan semasa perang dunia.

Ketika perang dunia berlangsung, perusahaan Havilland telah berhasil mengembangkan beberapa jenis pesawat seperti Havilland Mosquito.

Pesawat ini terkenal dengan sebutan The Wooden Wonder atau The Timber Terror, karena bodi Mosquito seluruhnya terbuat dari bahan plywood.

Setelah berakhirnya perang dunia, fokus utama perusahaan adalah mengembangkan pesawat komersial.

Perancangan dimulai pada 1946 di bawah pengawasan Ronald Bishop.

De Havilland Comet dibuat dari bahan logam alloy dan sambungannya direkatkan oleh senyawa Redhux dengan tambahan paku keling (rivet punch).

Desainnya menganut konsep low wing cantilever monoplane dengan 4 buah mesin jet yang ditanam pada sayap.

Pesawat ini dirancang agar mampu terbang dengan ketinggian maksimal 12.000 kaki. Pada masa itu, pesawat komersial lainnya belum dapat memenuhi hal tersebut.

Pada 27 Juli 1949, pesawat jet komersil pertama ini melakukan uji coba penerbangannya selama 31 menit.

Setelah uji coba terbang perdana, pesawat ini menjalani perbaikan selama tiga tahun.

Pada 2 April 1951, Comet melakukan uji coba keduanya selama 500 jam dengan berbagai macam rute.

Comet mampu menempuh kecepatan 480 mil per jam, kecepatan rekor pada saat itu.

Akhirnya, Comet mendapatkan sertifikat layak terbang dan sebagai penanda penerbangan antar negara dengan teknologi jet.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X